Penjaga Pantai Filipina Tuding Kapal-kapal Tiongkok Lakukan Manuver 'Berbahaya'

Minggu, 11 Feb 2024, 13:54 WIB

MANILA - Penjaga Pantai Filipina pada Minggu (11/2) menuduh kapal-kapal Tiongkok melakukan manuver "berbahaya" selama patroli sembilan hari di dekat terumbu karang di lepas pantai negara Asia Tenggara itu.

Kapal Filipina BRP Teresa Magbanua dikerahkan pada awal Februari untuk berpatroli di perairan sekitar Scarborough Shoal, daerah penangkapan ikan yang kaya di Laut Tiongkok Selatan, dan "memastikan keselamatan nelayan Filipina di daerah itu".

Ket. Foto: Kapal penjaga pantai Tiongkok menghalangi jalur kapal penjaga pantai Filipina di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan bulan lalu. — Sumber: AFP/Getty Images/Ted Aljibe

Terumbu karang tersebut telah menjadi titik konflik antara kedua negara sejak Tiongkok merebutnya dari Filipina pada 2012.

Sejak itu, Beijing mengerahkan kapal patroli yang menurut Manila mengganggu kapal-kapal Filipina dan mencegah nelayan Filipina mencapai laguna yang banyak ikannya.

Selama patroli, kapal Penjaga Pantai Tiongkok (CCG) melakukan manuver berbahaya dan menghalangi di laut terhadap BRP Teresa Magbanua sebanyak empat kali, dan kapal CCG melintasi haluan kapal PCG sebanyak dua kali, kata Penjaga Pantai Filipina dalam sebuah pernyataan.

Penjaga Pantai Filipina mengatakan kapalnya juga "dibayangi" oleh empat kapal Penjaga Pantai Tiongkok "lebih dari 40 kali".

Penjaga pantai juga mengamati apa yang digambarkan sebagai "empat kapal Milisi Maritim Tiongkok".

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Scarborough Shoal terletak 240 kilometer (150 mil) sebelah barat pulau utama Luzon di Filipina dan hampir 900 kilometer dari daratan utama Tiongkok terdekat, Hainan.

Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982, yang dinegosiasikan oleh Tiongkok, negara-negara mempunyai yurisdiksi atas sumber daya alam dalam wilayah sekitar 200 mil laut (370 kilometer) dari pantai mereka.

Penjaga Pantai Filipina juga mendistribusikan makanan dan bahan makanan kepada seratus nelayan Filipina di 14 perahu, kata pernyataan itu.

Insiden tersebut terjadi dua bulan setelah ketegangan antara Tiongkok dan Filipina di sekitar terumbu karang yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan yang mengakibatkan tabrakan kapal dari kedua negara, dan kapal Tiongkok yang menembakkan meriam air ke kapal Filipina.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah perairan tersebut dan mengabaikan keputusan pengadilan internasional yang menyatakan pernyataan mereka tidak memiliki dasar hukum.

Negara ini mengerahkan perahu untuk berpatroli di jalur air yang sibuk dan membangun pulau-pulau buatan yang dimiliterisasi untuk memperkuat klaimnya.

Para pejabat Tiongkok dan Filipina bulan lalu sepakat tentang perlunya dialog yang lebih erat untuk menangani "darurat maritim" di jalur air tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.