Angkatan Laut AS sedang Mempersiapkan Kapal Selam Supersonik
Sabtu, 10 Feb 2024, 11:32 WIBBulan lalu, Lockheed Martin dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) bersama-sama mengumumkan proyek pesawat eksperimental X-59, yang dapat terbang dengan kecepatan 1,4 kali kecepatan suara tanpa menghasilkan ledakan sonik yang eksplosif.
Jet ramping ini diharapkan memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali perjalanan udara komersial supersonik. Dan, kini para peneliti sedang mengerjakan kapal selam yang dapat melaju tiga kali lebih cepat daripada jet X-59? Ya, Anda membacanya dengan benar, dan dimungkinkan untuk melakukan perjalanan dengan kecepatan tersebut di bawah air, setidaknya secara teori.
Dilansir oleh Luxury Launches, pada tahun 2016, tim peneliti di Penn State Applied Research Laboratory yang didanai oleh Angkatan Laut AS memulai pekerjaan pengembangan kapal selam revolusioner yang dapat mencapai kecepatan supersonik.
Pengujian dilakukan dalam Terowongan Air Penn State ARL Garfield Thomas, terowongan air berdiameter 12 inci, dengan hidrofon melingkar yang dipasang di jendela yang menangkap simfoni bawah air.
Tentu saja, masalah terbesar bagi kapal yang mencapai kecepatan tinggi baik di permukaan air maupun di bawahnya adalah besarnya gaya hambat yang tercipta saat bergerak. Namun ada solusi sederhana untuk mengatasi hambatan di bawah air: sebuah gelembung. Para peneliti sedang mengerjakan teknologi yang disebut superkavitasi yang membungkus kapal yang tenggelam di dalam gelembung udara untuk mengurangi hambatan.
Anda akan terkejut bahwa teknologi ini bukanlah hal baru. Uni Soviet mengembangkannya pada era Perang Dingin untuk torpedo bernama Shakval. Torpedo ini sanggup mencapai kecepatan 370kilometer/jam, jauh lebih cepat daripada torpedo konvensional lainnya.
Menariknya, para peneliti di AS bukanlah satu-satunya yang mengerjakan kapal selam supersonik. Para ilmuwan di Lab Aliran Kompleks dan Perpindahan Panas Institut Teknologi Harbin di Tiongkok memulai pekerjaan pengembangan pada kapal selam supersonik, yang juga mengandalkan teknologi superkavitasi yang sama.
Para peneliti mengklaim bahwa teknologi radikal dapat mengurangi hambatan secara signifikan. Secara teori, teknologi ini dapat membantu kapal selam mencapai kecepatan supersonik di bawah air, atau sekitar 5.800 kilometer/jam. Jika dikembangkan, kapal selam supersonik ini akan mempersingkat waktu perjalanan dari New York ke London menjadi hanya 50 menit. Selain itu, jarak 5.300 mil antara San Francisco dan Tokyo akan ditempuh dalam 90 menit oleh kapal selam radikal ini.
Tentu saja kapal selam supersonik belum akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat, karena ada beberapa rintangan besar yang menghadang. Baling-baling konvensional tidak akan pernah mampu membantu mendorong kapal mencapai kecepatan seperti itu. Dibutuhkan mesin roket bawah air yang kuat, yang masih perlu dikembangkan.
Lalu ada masalah kemudi, karena kemudi tradisional tidak akan berfungsi dalam gelembung dan pada kecepatan tersebut. Ada beberapa tantangan besar lainnya yang mungkin memerlukan waktu sangat lama untuk diselesaikan.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemerintah Akan Sempurnakan Tata Kelola SPPG
-
Citra Satelit Menunjukkan Myanmar Membangun Kapal Selam Serang Pertamanya Berdesain Kelas Sang O Korea Utara
-
MTQ Jayapura 2026 Resmi Dibuka, Targetkan Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi
-
Demi Kelancaran Ibadah, JCH Banten Jalani Pemeriksaan Kesehatan Ketat Sebelum Berangkat
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
RKPD Parigi Moutong 2027 Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
-
Aksi Bersih-bersih Sampah di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.