Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jiwa Wirausaha Perlu Dikembangkan Sejak Masa Prasekolah

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jiwa Wirausaha Perlu Dikembangkan Sejak Masa Prasekolah Doc: ANTARA/Dewa Wiguna
Ket. Arsip - Ekonom Indef Aviliani.

Jakarta - Ekonom Senior INDEF Aviliani menuturkanuntuk meningkatkan jumlah anak muda yang berminat untuk berwiraswasta, jiwa wirausaha perlu dibangun sejak masa prasekolah karena pada periode perkembangan tersebut anak-anak mudah menerima pembelajaran.

"Usia prasekolah itu penting karena saat itu anak bisa menerima apapun yang diajarkan. Jadi, saat itulah kita mengajarkan bagaimana menjadi pelaku wirausaha disertai kemandirian dan kepercayaan diri," ucap Aviliani saat dihubungiANTARAdi Jakarta, Selasa.

Selain kemandirian dan kepercayaan diri, ia mengatakan bahwa jiwa kepemimpinan, etika, dan budaya keindonesiaan pun perlu diajarkan kepada anak-anak sebagai modal bagi mereka untuk menjadi pelaku wirausaha yang kompeten di masa mendatang.

"Jadi, siapapun bisa memiliki jiwa wirausaha jika sudah dibangun dari kecil," ujarnya.

Setelah mencetak anak-anak muda yang siap untuk berwirausaha dan membangun sektor UMKM domestik, Aviliani mengatakan langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memastikan bisnis mereka dapat terus tumbuh.

Menurutnya, cara utama untuk mendukung keberlanjutan usaha tersebut bukan dengan memberikan kredit, namun menciptakan pasar bagi produk-produk yang dihasilkan.

Misalnya, setiap kali pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun BUMN atau BUMD menyelenggarakan acara, segala kebutuhan kegiatan tersebut diperoleh dengan membeli produk-produk lokal.

"Sebagian besar kebijakan justru memberikan kredit, pemerintah selama ini fokus pada sisi suplai. Pemerintah seharusnya berfokus padasisi permintaan, artinya membeli barang-barang UMKM yang ada," katanya.

Walaupun pemerintah sudah memfasilitasi penyerapan produk-produk UMKM dalam belanja pemerintah melalui E-Katalog, namun Aviliani menyatakan upaya tersebut belum cukup mengingat banyak UMKM yang tidak dapat menampilkan produk mereka dalam katalog tersebut karena tidak memenuhi kriteria.

Ia pun menuturkan bahwa para pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan dan pelatihan agar berbagai produk mereka dapat memenuhi kriteria dan diserap oleh belanja pemerintah.

"Jika memang belum memenuhi syarat, maka perlu dibina dengan mendatangkan tenaga ahli untuk meningkatkan produk UMKM tersebut," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.