- Home
-
- Luar Negeri
-
- Turki Akan Bahas Kesepakat...
Turki Akan Bahas Kesepakatan Baru Ekspor Biji-bijian Ukraina dan Russia
Selasa, 06 Feb 2024, 00:00 WIBANKARA - Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, pada Minggu (4/2), mengatakan Presiden Tayyip Erdogan segera membahas mekanisme baru yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam dengan Presiden Russia, Vladimir Putin, selama kunjungannya mendatang ke Turki.
Dikutip dari The Straits Times, Putin diperkirakan akan mengunjungi Turki pada 12 Februari untuk bertemu Erdogan, dalam perjalanan pertama pemimpin Russia itu ke sekutu NATO sejak invasi Moskwa ke Ukraina pada Februari 2022.
"Ada upaya untuk menemukan metode baru untuk mengangkut biji-bijian Ukraina ke pasar dunia," kata Fidan dalam wawancara dengan stasiun televisi A Haber.
"Kesepakatan gandum sebelumnya berjalan dalam mekanisme tertentu, sekarang terlihat ada kemungkinan untuk berjalan dengan mekanisme yang berbeda, dan sekarang ada upaya untuk mewujudkan kemungkinan ini," kata Fidan, seraya menambahkan Erdogan akan mengangkat masalah ini dalam waktu dekat dalam pertemuannya dengan Putin di Turki.
Ankara telah berusaha membujuk Russia untuk kembali ke Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, yang ditinggalkan Moskwa pada Juli 2023, setahun setelah inisiatif tersebut diterapkan. Perjanjian tersebut ditengahi oleh PBB dan Turki untuk memberikan jalur ekspor yang aman dari pelabuhan Ukraina.
Lakukan Pembicaraan
Kyiv mengatakan pembicaraan sedang dilakukan untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut, namun Moskwa mengatakan tidak ada prospek untuk menerapkannya kembali.
Fidan mengatakan beberapa kapal berhasil mengangkut gandum Ukraina dari Laut Hitam, bahkan tanpa adanya perjanjian. "Kami ingin memperjelas (situasi) ini secara de facto dengan mekanisme baru," ujarnya.
Sebelumnya, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, menegaskan ekspor pangan dari Ukraina ke pasar global akan tetap berlanjut, dengan atau tanpa partisipasi Russia dalam kesepakatan biji-bijian Laut Hitam.
"Kami percaya orang-orang yang berniat baik termasuk Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), Turki, dan negara-negara Eropa akan memastikan keamanan pengiriman biji-bijian dengan berbagai cara," kata Vasyl.
Menurut dia, keputusan Russia untuk menarik diri dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam hanya bertujuan mengancam dan mengintimidasi dengan menggunakan pangan sebagai senjata dalam perangnya terhadap Ukraina.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Mutasi Baru Virus Ebola Terdeteksi, Tingkat Infeksi Lebih Tinggi
-
Harga Minyak Global Tembus $115 per Barel, Saham Asia Anjlok Seiring Eskalasi Konflik Timur Tengah
-
Siapkan Hunian bagi Prajurit AL, Kementerian PKP Bangun Rusun di Surabaya
-
Turki Kembangkan Meriam Howitzer Dengan Penggerak SUV
-
Modernisasi Museum di Jakarta: Mengubah Koleksi Sejarah Jadi Narasi Visual Berbasis AI
-
ITS Luncurkan RoboDog dengan Kendali Jarak Jauh
-
Aturan Baru Komdigi: Akun YouTube hingga TikTok Pengguna di Bawah 16 Tahun Bakal Ditutup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.