Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Fokus Bangun Infrastruktur 3T Tingkatkan Inklusi Keuangan

📅 Jumat, 02 Feb 2024, 17:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Fokus Bangun Infrastruktur 3T Tingkatkan Inklusi Keuangan Doc: ANTARA/Uyu Septiyati Liman
Ket. Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Saleh (paling kiri) berfoto usai menghadiri bincang-bincang bertajuk "Transformasi Digital untuk Mendorong Inklusi Keuangan” di Jakarta, Jumat (2/2/2024).

JAKARTA - Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Saleh menuturkan bahwa pihaknya menjadikan pengembangan infrastruktur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia sebagai kebijakan pokok untuk meningkatkan inklusi keuangan.

"Kita sudah punya Palapa Ring 1, 2, dan 3 serta pemerintah kemarin meluncurkan Satelit Satria. Hanya memang ini kan coverage-nya (cakupan dari satelit tersebut) perlu direspons oleh instrumen lain, misalnya dengan memperbanyak lagi BTS," ujar Chairul di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa hambatan geografis dan populasi yang besar merupakan tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan infrastruktur untuk mempercepat transformasi digital demi meningkatkan inklusi keuangan.

Kemenko Perekonomian pun mengharapkan adanya keberlanjutan transformasi digital sehingga dapat memberikan manfaat dan peluang ekonomi yang lebih luas kepada masyarakat.

Oleh karena itu, Chairul mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan Buku Putih Strategi Nasional Ekonomi Digital Indonesia bulan lalu, untuk dapat menjadi panutan bagi kementerian, lembaga, maupun pihak-pihak lain dalam membangun transformasi digital.

Selain membangun infrastruktur, ia menuturkan bahwa pengembangan regulasi yang lebih pro-inovasi dan melindungi nasabah melalui regulatory sandbox juga penting untuk meningkatkan inklusi keuangan.

"Karena teknologi digital ini kan sangat dinamis, tentunya regulasi dan kebijakannya pun harus agile (cekatan) dan adaptif," kata Chairul.

Namun, menurutnya, tidak hanya inklusi keuangan yang perlu ditingkatkan, tetapi juga literasi dan edukasi keuangan agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan keuangan dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab.

"Kita jangan hanya memberikan akses perbankan saja dengan membuka banyak rekening bagi masyarakat, tapi juga awareness-nya (kesadarannya) kita tingkatkan melalui literasi, edukasi, dan seterusnya. Ini menjadi penting supaya nanti tidak ada kejadian-kejadian (kasus), seperti mahasiswa buka akun (bank) semaunya," ujar Chairul.

Ia menuturkan bahwa meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat merupakan tantangan terbesar bagi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui transformasi digital.

Padahal, ia menilai Indonesia sudah memiliki potensi yang baik untuk mewujudkan transformasi tersebut dengan adanya perkembangan teknologi digital yang masif serta bonus demografi.

"Populasi bonus demografi kita yang mayoritas usia-usia produktif sehingga sebagian besar mereka adalah digital native (orang-orang yang tumbuh di era digital) gitu, artinya mereka mengikuti perkembangan teknologi, namun ini perlu diimbangi juga dengan perilakunya (dalam memanfaatkan keuangan)," kata Chairul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.