Pacu Industrialisasi Berkelanjutan

Jumat, 02 Feb 2024, 10:23 WIB

JAKARTA - Industrialisasi menjadi kunci penting percepatan pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju atau negara berpendapatan tinggi. Namun, penerapan industrialisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan atau sustainability sehingga dibutuhkan adanya inovasi.

"Beberapa lembaga internasional menyatakan Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global, kita diperkirakan akan mampu tumbuh lebih kuat dibandingkan 2023," kata Deputi bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2023 di Jakarta, Rabu (31/1).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Saat ini, rata-rata pertumbuhan Indonesia berada di 5 persen. Ke depan, Indonesia perlu terus meningkatkan pertumbuhan ekonominya untuk menjadi negara berpendapatan tinggi. Indonesia perlu tumbuh 6-7 persen per tahun untuk keluar dari negara berpendapatan menengah menuju Indonesia Emas 2045.

"Kalau Indonesia mau menuju Indonesia Emas 2045 maka pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan dalam 20 tahun ke depan adalah minimal 6 persen," tuturnya.

Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi dari sekitar 5 persen menuju 6 persen, perlu satu persen tambahan dengan cara mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang tidak business as usual.

"Satu persen up berarti harus ada upaya lebih, usaha yang di luar yang kita biasa lakukan," tutur Amalia.

Amalia menuturkan pengalaman negara lain menunjukkan jika ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi, salah satu yang paling efektif melalui industrialisasi. Karena itu, untuk menjadi negara maju pada 2045, momentum ekonomi Indonesia yang tangguh di tengah ketidakpastian global saat ini merupakan model untuk melakukan transformasi segera.

Transformasi ekonomi Indonesia terdiri dari ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi dan produktivitas ekonomi, penerapan ekonomi hijau, transformasi digital, integrasi ekonomi domestik dan global, serta perkotaan dan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Produktivitas perekonomian akan didorong melalui antara lain industrialisasi, ekonomi biru dan bio economy, modernisasi dan digitalisasi pertanian, ekonomi kreatif dan pariwisata, penguatan ekonomi dan keuangan syariah, produktivitas BUMN, UMKM, dan koperasi, serta produktivitas tenaga kerja.

Butuh Inovasi

Meski demikian, konsep industrialisasi saat ini harus bisa berjalan beriringan dengan ekonomi hijau atau green economy yang kini menjadi konsen pemerintah. Karena itu, industrialiasasi perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan.

Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Fachru Nofrian, menilai industrialisasi yang berkelanjutan perlu adanya inovasi. Sebab, inovasi adalah ilmu pengetahuan, perusahaan, dan industri, maka jika ada dengan berinovasi, akan ada metode baru, teknik baru, pasar baru, serta konsumen baru akhirnya produk baru. Karena itu, inovasi mengarah pada industrialisasi.

"Lalu, keberlanjutan akan terjadi jika dan hanya jika industrialisasi tercapai. Jika tidak, yang terjadi adalah eksploitasi sumber daya alam termasuk hilirisasi atau integrasi vertikal dalam industri primer, lapangan kerja rendah kualitas, kemiskinan, kesulitan akses kesehatan," ungkap Fachru, beberapa waktu lalu.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.