Pemerintah Kabupaten Lumajang Perkuat Strategi Pertanian di Lahan Kering

Sabtu, 03 Okt 2026, 21:39 WIB

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperkuat strategi pengelolaan lahan kering melalui Project HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas) untuk komoditas hortikultura pisang dampak dari El Nino.

"Untuk komoditas pisang juga terdampak besar sampai 40 persen penurunannya. Kami sudah ada Project HDDAP untuk lahan kering yang kita garap dari hulu sampai hilir,” kata Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru dalam keterangannya, Sabtu(03/10).

Ket. Foto: Tanaman hortikultura pisang di Kabupaten Lumajang — Sumber: ANTARA

Menurut dia, project HDDAP diarahkan untuk menangani pengembangan hortikultura di lahan kering secara terpadu, mulai dari kebutuhan produksi di tingkat hulu hingga pengelolaan hasil pada tahap pascapanen.

Kondisi kering akibat fenomena El Nino mulai memberi tekanan pada produksi sejumlah komoditas hortikultura di Kabupaten Lumajang yang salah satu yang terdampak adalah pisang.

"Kondisi cuaca turut memberikan tekanan terhadap komoditas pisang," katanya.

Ia mengatakan pendekatan tersebut diperlukan karena tantangan pada lahan kering tidak hanya berkaitan dengan proses budidaya karena ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting agar tanaman dapat tetap tumbuh di tengah kondisi cuaca yang lebih kering.

"Karena itu, Project HDDAP mencakup penguatan dukungan dari sisi produksi hingga penanganan hasil setelah panen," tuturnya.

Ia mengatakan pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produktivitas sekaligus mengelola hasil pertanian dengan lebih baik.

“Mulai irigasi sampai nanti pascapanen kami garap semua untuk bisa meningkatkan hasil petani,” katanya.

Bagi petani pisang, lanjut dia, upaya tersebut menjadi penting karena tekanan cuaca dapat berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh dari lahan.

"Penanganan secara terpadu diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan produksi, terutama pada kawasan yang menghadapi keterbatasan air," katanya.

Tidak hanya menjaga tanaman tetap produktif, perhatian pada tahap pascapanen juga membuka ruang agar hasil pertanian dapat ditangani secara lebih baik setelah dipanen.

"Dengan demikian, upaya pemerintah tidak berhenti pada bagaimana tanaman tumbuh, tetapi juga bagaimana hasilnya dapat dikelola setelah keluar dari lahan," katanya.

Bagi masyarakat, khususnya petani hortikultura, pendekatan itu menunjukkan bahwa menghadapi tekanan cuaca tidak hanya dilakukan dengan menunggu kondisi kembali normal.

Pengelolaan lahan, dukungan air, budidaya, hingga pascapanen menjadi bagian yang perlu diperhatikan bersama agar produksi pertanian tetap berjalan.

Bagi konsumen, keberlanjutan produksi hortikultura juga berkaitan dengan ketersediaan komoditas pertanian di masyarakat.

"Project HDDAP menjadi salah satu strategi Pemkab Lumajang dalam menghadapi tantangan pertanian lahan kering," ujarnya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.