Sekda Jawa Tengah Ingatkan Butuh Upaya Kolaboratif untuk Tangani Tuberkulosis

Kamis, 01 Feb 2024, 02:05 WIB

Semarang - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengingatkan bahwa sinergi dan upaya kolaboratifdari semua pemangku kepentingan terkait dibutuhkan dalam penanganan penyakit tuberkulosis.

"Penanganan TBC tidak bisa parsial, tapi butuh upaya kolaboratif dari semuastakeholder(pemangku kepentingan). Karena kalau berjalan sendiri-sendiri, ini enggak efektif," katanya di Semarang, Rabu, pada acara peluncuran program USAID Bebas TB Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Penyusunan Rencana Kerja Terpadu bertema "Bersama Menuju Eliminasi dan Bebas dari TB".

"Sekali lagi, TBC ini berbeda dengan penyakit yang lain. Menemukan saja butuheffort(upaya). Justru kalau bisa menemukan banyak, agar secepatnya bisa diobati," katanya menggunakan singkatan dari tuberkulosis.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait dan lembaga mitra seperti USAID dalam menjalankan upaya penanggulangan tuberkulosis.

Dalam program USAID Bebas TB, upaya pendampingan untuk meningkatkan kualitas deteksi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan tuberkulosis dilaksanakan di empat provinsi padat penduduk dengan beban TBC tinggi, yakni Jawa Tengah,Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

"Pada 2024, pendampingan baru akan dilakukan di lima kabupaten/kota, yakni Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Kudus, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Cilacap," kata Sumarnosoal pelaksanaan pendampingan di wilayah Jawa Tengah.

Ia mengatakan bahwa padaperiode 2025-2028 pelaksanaan pendampingan akan diperluas ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa TengahIrma Makiyahmenyampaikan bahwa temuan kasus TBC di wilayah Jawa Tengah pada 2023 mencapai 115 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 90 persen.

Pada tahun 2023, diestimasi ada 73.856 kasus tuberkulosis di wilayah Jawa Tengah, tetapi jumlah kasus yang ditemukan mencapai85.071 kasus.

Selain berupaya meningkatkan temuan kasus, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menggiatkan upaya pencegahan penularan tuberkulosis bersama para mitra, termasuk di antaranya Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan bahwa tingkat penemuan kasus tuberkulosis secara nasional sebesar 40 persen.

"Secara nasional, temuan kasus TBC sebesar 40 persen, temuan TBC anak sampai 250 persen. Ini menjadi perhatian, karena ada hubungan dengan stunting. Jika gizi jelek, anak mudah stunting. Dan anak dengan TBC, gizinya jelek," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.