Qatar dan Abu Dhabi Terancam Batal, Imola Diprediksi Jadi Tuan Rumah Seri Penutup F1 2026

Minggu, 13 Sep 2026, 00:30 WIB

MADRID — Kalender Formula 1 2027 kemungkinan diumumkan pekan depan. Namun, kepastian dua seri penutup musim 2026 di Qatar dan Abu Dhabi masih belum jelas dan keputusan mengenai keduanya berpotensi ditunda hingga Oktober.

Sejumlah sumber di paddock mengatakan, Formula 1 kemungkinan memperpanjang tenggat keputusan terkait Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi. Sebelumnya, CEO Formula 1 Stefano Domenicali menyebut musim akan diakhiri di Eropa jika dua balapan di Timur Tengah tersebut tidak memungkinkan digelar akibat konflik di kawasan.

Ket. Foto: Sirkuit Imola, Italia. — Sumber: Formula 1

Domenicali sempat menetapkan pertengahan September sebagai batas waktu keputusan. Namun, sumber-sumber tersebut menyebut tenggat itu kemungkinan diperpanjang agar Formula 1 memiliki waktu sebanyak mungkin untuk menentukan nasib dua balapan yang masing-masing dijadwalkan pada 29 November dan 6 Desember.

Persoalan logistik menjadi salah satu tantangan utama. Tenggat pengiriman melalui jalur laut yang biasanya digunakan tim F1 sudah lama tidak berlaku secara normal karena hampir ditutupnya jalur pelayaran Selat Hormuz. Jika balapan tetap digelar, seluruh perlengkapan tim kemungkinan harus diterbangkan menuju bandara di Doha dan Abu Dhabi yang saat ini masih beroperasi untuk penerbangan internasional.

Kondisi keamanan kawasan menjadi perhatian setelah Qatar dan Uni Emirat Arab menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

Formula 1 sendiri dimiliki Liberty Media yang berbasis di Amerika Serikat. Selain itu, kompetisi tersebut memiliki dua tim dengan kepemilikan Amerika serta sejumlah sponsor besar asal Negeri Paman Sam.

“Kami saat ini merencanakan tetap pergi ke sana karena kedua balapan masih tercantum dalam kalender,” kata bos Racing Bulls, Alan Permane.

“Jika keduanya tidak ada dalam kalender, kami akan pergi ke tempat lain. Kami akan mengikuti arahan Stefano dan FIA. Masih cukup jauh sebelum keputusan harus dibuat. Saya tidak tahu seberapa dekat kita dengan batas waktu terakhir untuk mengambil keputusan.”

Meski belum diumumkan secara resmi, muncul keyakinan di kalangan tim bahwa dua balapan di Timur Tengah tersebut pada akhirnya akan dibatalkan. Namun, pandangan tersebut belum disampaikan secara terbuka karena otoritas lokal masih mendorong agar balapan tetap berlangsung.

Presiden Qatar Motor and Motorcycle Federation (QMMF), Abdul Rahman bin Abdullatif Al Mannai, sebelumnya menegaskan bahwa Qatar siap menjadi tuan rumah.

“Qatar sudah aman selama berbulan-bulan. Bandara kami beroperasi 100 persen, termasuk penerbangan transit antara Asia dan Eropa. Jika Anda datang ke Qatar, Anda akan melihat kehidupan sudah kembali normal. Kami sangat menantikan untuk kembali menjadi tuan rumah balapan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Selain aspek keamanan, persoalan komersial juga menjadi faktor penting. Puluhan juta dolar dalam bentuk biaya penyelenggaraan yang telah dibayarkan, kontrak komersial, serta persoalan asuransi berpotensi menjadi bagian dari pembahasan antara Formula 1 dan negara-negara tuan rumah.

Formula 1 selama ini menegaskan bahwa kedua balapan tetap masuk kalender hingga ada pemberitahuan sebaliknya. Sementara itu, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menyatakan keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan pertimbangan keselamatan.

Jika Qatar dan Abu Dhabi benar-benar dicoret, Sirkuit Imola di Italia menjadi kandidat terkuat sebagai pengganti, khususnya untuk slot 6 Desember.

Bahkan, tanda-tanda persiapan mulai terlihat. Harga hotel di sekitar Imola untuk periode tersebut dilaporkan melonjak tajam di Booking.com, sesuatu yang tidak biasa untuk awal Desember. Ketersediaan kamar juga disebut sangat terbatas meski Formula 1 belum mengumumkan secara resmi bahwa Imola akan menjadi tuan rumah.

Imola memiliki sejumlah keterkaitan kuat dengan Formula 1. Kota tersebut merupakan kampung halaman Domenicali, sementara pemimpin klasemen Mercedes, Kimi Antonelli, berasal dari Bologna yang berada tidak jauh dari sirkuit. Imola juga memiliki hubungan historis yang sangat erat dengan Ferrari.

Media Italia bahkan melaporkan bahwa persiapan untuk kemungkinan balapan pada Desember telah dilakukan di Imola. Sirkuit tersebut tidak masuk kalender Formula 1 setelah musim lalu.

Jika balapan terakhir dipindahkan ke Imola, faktor cuaca akan menjadi tantangan tersendiri. Awal Desember di Italia dapat menghadirkan hujan, kabut, bahkan salju. Namun, kondisi tersebut relatif tidak akan banyak berubah jika balapan digelar satu pekan lebih awal atau lebih lambat.

Keuntungan lainnya adalah memberikan waktu istirahat tambahan bagi tim setelah rangkaian balapan panjang. Balapan Qatar biasanya berlangsung setelah Grand Prix Las Vegas, sehingga pemindahan ke Desember dapat mengurangi tekanan perjalanan dan memberi penyelenggara waktu lebih panjang untuk mempersiapkan acara.

Yang menarik, peluang Imola menjadi final musim juga bisa bertepatan dengan potensi pesta juara Kimi Antonelli.

Pembalap muda Italia tersebut sudah unggul 66 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang menjadi pesaing terdekatnya. Jika keunggulan itu terus bertahan, gelar juara dunia pembalap maupun konstruktor berpeluang sudah ditentukan sebelum seri terakhir.

Dengan demikian, Imola berpotensi menjadi panggung pesta kemenangan bagi pembalap Italia di hadapan publiknya sendiri.

“Tidak masuk akal pergi ke Timur Tengah jika tidak harus,” ujar seorang sumber senior F1.

Sumber lain bahkan lebih yakin. “Anda bisa menganggap balapannya akan digelar di Imola.”

Ketidakpastian di Timur Tengah juga berdampak pada pengumuman kalender F1 2027. Bahrain dan Arab Saudi biasanya menjadi dua seri pembuka musim, tetapi jadwal tersebut ikut tertunda.

Tahun ini, Australia menggantikan Bahrain sebagai seri pertama untuk menghindari benturan dengan Ramadan. Namun, persoalan tersebut tidak berlaku pada 2027.

Karena itu, kalender yang akan diumumkan kemungkinan tetap menempatkan Bahrain dan Arab Saudi sebagai dua seri pembuka. Jadwal tersebut baru akan berubah apabila pembatalan atau penundaan menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.

Kedua balapan tersebut sebenarnya juga dibatalkan tahun ini. Namun, Bahrain kemudian mendapatkan kembali satu slot balapan yang akan digelar di Malaysia bulan depan, dengan penyelenggaraan dan pendanaan dilakukan oleh kerajaan Bahrain.

Dengan situasi geopolitik yang masih berkembang, Formula 1 kini menghadapi dua keputusan besar sekaligus: memastikan keamanan seri penutup 2026 dan menyusun kalender 2027 yang tidak terganggu oleh ketidakpastian di Timur Tengah.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.