Komoditas Lokal Jambi Jangan Cuma Dijual Mentah, DPRD Dorong Langkah Ini
Minggu, 13 Sep 2026, 00:11 WIBKOTA JAMBI - DPRD Provinsi Jambi mengingatkan dan mendorong pemerintah daerah segera membentuk forum investasi sebagai upaya percepatan program hilirisasi komoditas lokal guna mendukung kekuatan ekonomi wilayah.
"Kami (DPRD) mendorong Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah dalam mempercepat hilirisasi produk-produk unggulan daerah," kata Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Faizal Riza, di Jambi, Sabtu.
Menurut Faizal langkah tersebut dinilai penting guna mendukung visi pemerintah pusat dalam menggalakkan hilirisasi di berbagai wilayah termasuk di Jambi.
Dia mencontohkan, komoditas pinang di Tanjung Jabung Barat yang hingga kini belum tersentuh proses hilirisasi.
Kondisi ini berbeda dengan komoditas kelapa sawit yang sudah mulai berkembang lewat kehadiran pabrik kelapa sawit (PKS).
âDengan kondisi itu, ia meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta OPD terkait bisa membaca dan memetakan potensi daerah yang dapat ditawarkan kepada investor.
Ia menambahkan, sebagai bentuk komitmen dalam menjembatani masuknya investasi, pihaknya telah melakukan koordinasi ke tingkat pusat, mulai dari Kementerian Investasi/BKPM hingga perusahaan BUMN, atau PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
Langkah itu semata-mata dilakukan untuk mempercepat program hilirisasi komoditas lokal seperti pinang dan kopi.
DPRD Provinsi Jambi memastikan siap menjadi jembatan antara pemerintah, investor, dan masyarakat demi terciptanya iklim investasi yang sehat.
Faizal meyakini, jika hilirisasi berjalan optimal dipastikan perekonomian daerah akan tumbuh, dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Jambi.
â"Prinsipnya kita siap menjembatani, jika perekonomian di Jambi ini bagus dan hilirisasi berjalan, tentu yang menikmati hasilnya adalah masyarakat Jambi sendiri," katanya lagi.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), saat ini tengah membidik program hilirisasi komoditas kelapa untuk mendongkrak ekonomi petani.
Wakil Bupati Tanjab Timur Muslimin Tanja menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah serius menjajaki peluang kerja sama dengan investor luar negeri.
Hal itu ditandai dengan kehadiran delegasi dari Jerman dan Belgia untuk memantau kondisi perkebunan kelapa secara langsung di Kabupaten Tanjab Timur.
Dengan potensi luas perkebunan kelapa mencapai 58 ribu hektare, pemerintah daerah optimis peluang hilirisasi di daerahnya akan segera terwujud.
"Potensi kelapa per tahun di sini mencapai 51 ribu ton, pemerintah daerah akan memfasilitasi, mempermudah, dan menyiapkan segala aspek yang dibutuhkan agar industri kelapa ini bisa berdiri di Tanjab Timur," ujarnya pula.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Konate Tinggalkan Liverpool Secara Bebas Transfer, Akhiri Kebersamaan Lima Tahun di Anfield
-
Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI Ajukan 8 Tuntutan
-
Hajatan Pesta Pernikahan Berujung Tragedi, Pemkab Purwakarta Perketat Izin Keramaian
-
Museum KAA di Bandung Masih Jadi Magnet Wisata Edukasi
-
Stok beras nasional tembus 5 juta ton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.