US Open: Shelton Singkirkan Tiafoe, Tantang Zverev di Final

Minggu, 13 Sep 2026, 00:09 WIB

NEW YORK — Ben Shelton memastikan sejarah baru bagi tenis Amerika Serikat setelah menundukkan rekan senegaranya, Frances Tiafoe, dalam semifinal US Open 2026. Dengan servis keras dan permainan agresif, Shelton menang empat set untuk mencapai final Grand Slam pertama sepanjang kariernya.

Unggulan kedelapan itu mengalahkan Tiafoe 4-6, 6-3, 6-3, 7-5 di Arthur Ashe Stadium, Sabtu (12/9). Shelton tampil dominan dengan melepaskan 20 ace untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Ket. Foto: Ben Shelton. — Sumber: ATP

Di final, Shelton akan menghadapi unggulan pertama asal Jerman, Alexander Zverev, yang lebih dahulu menyingkirkan petenis Russia Karen Khachanov dalam pertandingan empat set.

Zverev menang 6-3, 7-6 (9-7), 7-6 (8-6) untuk mencapai final Grand Slam ketiganya secara beruntun. Dalam perjalanan tersebut, ia telah meraih gelar Grand Slam pertamanya di French Open dan kemudian menjadi runner-up Wimbledon.

Bagi Shelton, kemenangan atas Tiafoe membuka peluang besar untuk mengakhiri penantian panjang tenis putra Amerika Serikat. Jika mampu mengangkat trofi di New York, petenis 23 tahun itu akan menjadi pria Amerika pertama yang memenangkan gelar Grand Slam sejak Andy Roddick menjuarai US Open pada 2003.

“Ini sangat emosional,” kata Shelton dalam wawancara di lapangan. “Ayah dan ibu saya telah berkorban begitu banyak agar saya bisa berada di posisi ini. Ayah saya kehilangan ibunya awal tahun ini, dan dialah alasan ayah saya bisa bermain tenis.”

Shelton mempersembahkan kemenangan tersebut kepada neneknya. “Tanpa dia, tidak akan ada Ben Shelton yang berdiri di sini hari ini. Jadi, kemenangan ini untuknya. Dan saya membutuhkan dukungan kalian pada Minggu nanti. Bawa energi kalian. Saya akan berjuang habis-habisan dan meninggalkan semuanya di lapangan,” ujarnya.

Semifinal sesama petenis Amerika berlangsung sengit di hadapan penonton bertabur bintang. Legenda tenis seperti Serena Williams, Stan Smith, dan Lindsay Davenport hadir menyaksikan laga tersebut. Sejumlah selebritas, termasuk Ben Stiller dan Rami Malek, serta bintang New York Knicks, Jalen Brunson, juga terlihat di tribun.

Tiafoe merebut set pertama setelah Shelton melakukan kesalahan yang tidak biasa. Double fault pada kedudukan 4-5 membuat Tiafoe mendapatkan set tersebut.

Shelton kemudian bangkit. Kedua pemain saling mematahkan servis di awal set kedua, sebelum Shelton memanfaatkan servis Tiafoe yang mulai tidak konsisten. Break pada gim kedelapan membuat Shelton unggul 5-3, lalu menyamakan kedudukan.

Momentum sepenuhnya berpihak kepada Shelton pada set ketiga. Ia mematahkan servis Tiafoe untuk memimpin 3-2 dan kembali mendapatkan break pada gim kesembilan yang berlangsung maraton. Gim tersebut harus melewati tujuh kali deuce sebelum akhirnya menjadi milik Shelton.

Ketegangan semakin meningkat pada set keempat. Tiafoe menaikkan level permainannya dan memberikan tekanan besar, tetapi Shelton tetap tenang. Ia akhirnya mendapatkan break krusial pada gim terakhir untuk memastikan kemenangan.

Di final, Shelton akan menghadapi lawan dengan pengalaman jauh lebih besar. Zverev, yang sempat melewati dua pertandingan lima set pada awal turnamen, terus meningkatkan performanya hingga mencapai partai puncak.

Petenis Jerman itu menyingkirkan Khachanov dalam pertandingan yang berlangsung ketat, terutama pada set kedua dan ketiga.

“Menang tiga set langsung, tetapi pertandingan ini sama sekali tidak mudah,” kata Zverev. “Dia bermain luar biasa dan bertarung dengan sangat baik.”

Khachanov bahkan memiliki peluang untuk memperpanjang pertandingan pada tiebreak set kedua. Ia menggagalkan dua set point Zverev melalui forehand keras dan backhand menyusur garis, sebelum Zverev akhirnya menutup set tersebut.

Pada set ketiga, tidak ada satu pun pemain yang mendapatkan break point. Khachanov sempat unggul 6-4 dalam tiebreak dan memiliki dua set point, tetapi ia gagal memanfaatkannya setelah melakukan kesalahan forehand.

Zverev kemudian melepaskan ace ke-15 sebelum memastikan kemenangan ketika pukulan forehand Khachanov melebar.

“Set kedua dan ketiga sebenarnya bisa saja menjadi milik siapa pun. Saya hanya bermain sedikit lebih baik pada beberapa poin penting,” ujar Zverev.

Ia pun tak sabar menghadapi Shelton di final. “Semoga saya tidak membuat impian Amerika menjadi kenyataan pada Minggu nanti,” kata Zverev.

Semifinal US Open tahun ini juga berlangsung dalam suasana emosional. Upacara lagu kebangsaan sebelum sesi pertandingan siang dan malam diwarnai penghormatan terhadap para korban tragedi 11 September, yang tepat memasuki 25 tahun sejak serangan terhadap World Trade Center di New York.

Shelton mengakui pertandingan tersebut terasa berbeda.

“Ini hari yang sulit untuk berada di sini dan bermain. Pikiran dan doa saya untuk seluruh keluarga yang terdampak tragedi 9/11,” katanya kepada penonton.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.