- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Bantah Pengaturan...
Filipina Bantah Pengaturan Khusus dengan Tiongkok
Selasa, 30 Jan 2024, 02:50 WIBMANILA - Manila membantah adanya "pengaturan khusus sementara" antara Tiongkok dan Filipina yang mengizinkan pengiriman pasokan kepada pasukan Filipina yang ditempatkan di sebuah gugusan terumbu karang di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan, dan menyebut pernyataan Tiongkok sebagai sebuah imajinasi belaka.
Penjaga Pantai Tiongkok mengatakan pada Sabtu (27/1) lalu bahwa mereka untuk sementara waktu mengizinkan Filipina untuk menyalurkan pasokan makanan dan air kepada tentara yang ditempatkan di BRP Sierra Madre, sebuah kapal perang era Perang Dunia II yang sengaja dikandaskan pada 1999 di Second Thomas Shoal, 190 kilometer dari Provinsi Palawan, untuk menegaskan klaim teritorial Manila.
"Ini hanyalah imajinasi Penjaga Pantai Tiongkok belaka. Ini semuanya tidak benar," ucap juru bicara Dewan Keamanan Nasional Filipina, Jonathan Malaya, kepada stasiun televisi pemerintahPTV-4pada Senin (29/1).
Sebelumnya Penjaga Pantai Tiongkok mengatakan Filipina telah menjatuhkan pasokan dari udara ke kapal angkatan laut tersebut pada tanggal 21 Januari lalu. Malaya tidak mengkonfirmasi atau menyangkal pengiriman udara tersebut, namun mengatakan bahwa memasok pasukan adalah hak negaranya.
"Kami tidak perlu mendapatkan izin dari siapapun, termasuk dari Penjaga Pantai Tiongkok, ketika kami membawa perbekalan melalui cara apa pun, baik melalui kapal atau udara," kata Malaya.
Klaim Beijing
Penjaga Pantai Tiongkok sebelumnya telah mengerahkan kapal-kapalnya untuk memblokir misi Filipina untuk memasok pasukan dengan kapal pengangkut. Dalam sebuah pernyataan di akun resmiWeChatpada tanggal 27 Januari, Penjaga Pantai Tiongkok mengklaim bahwa mereka telah mengizinkan pasokan yang diperlukan, tetapi juga akan dengan tegas membela kedaulatan dan hak serta kepentingan maritim Tiongkok di Second Thomas Shoal dan perairan sekitarnya.
"Pada tanggal 21 Januari, sebuah pesawat kecil dari Filipina menjatuhkan pasokan ke kapal perang yang dikandaskan secara ilegal," demikian pernyataan Penjaga Pantai Tiongkok diWeChat.
"Penjaga Pantai Tiongkok telah menindaklanjuti dan memantau situasi secarareal-time, mengendalikan dan menanganinya sesuai dengan hukum dan peraturan, dan membuat pengaturan khusus sementara bagi Filipina untuk mengisi kembali pasokan harian yang diperlukan," imbuh Penjaga Pantai Tiongkok.
PesanWeChattersebut juga mengatakan ada pihak-pihak terkait di Filipina dengan sengaja menyesatkan opini internasional dan mengabaikan fakta, dan hal tersebut tidak kondusif untuk meredakan ketegangan di LTS.
Tiongkok berulang kali meminta Filipina untuk menarik kapal tersebut berdasarkan janji yang dibuat oleh Manila, namun Presiden Marcos Jr membantahnya. ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Memanas Lagi! Tiongkok dan Filipina Saling Tuding Soal Insiden Tabrakan Kapal di LTS
-
Bertani Tidak Lagi Identik dengan Lumpur dan Hidup Pas-pasan, Wamentan: Pertanian Kini Jadi Ladang Cuan dan Miliki Masa Depan Cerah
-
Gubernur Maluku Ajak Umat Islam Jaga Perdamaian di Momentum Maulid Nabi 1447 H
-
Kapal Tiongkok Kandas di Lepas Pantai Pulau yang Diduduki Filipina di LTS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.