Argentina Bidik Rekor Sempurna, Yordania Berjuang Tutup Piala Dunia 2026 dengan Kebanggaan
Minggu, 28 Jun 2026, 00:04 WIBDALLAS â Juara bertahan Piala Dunia Argentina bertekad mempertahankan catatan sempurna di Piala Dunia 2026 ketika menghadapi Yordania di pertandingan terakhir Grup J, Minggu (28/6) pagi WIB.
Laga yang berlangsung di Stadion AT&T, Dallas, itu akan menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah antara kedua negara. Argentina datang sebagai tim nomor satu dunia dalam peringkat FIFA, unggul 71 posisi dibandingkan Yordania.
Sejauh ini, cerita Argentina di Piala Dunia 2026 hampir selalu berakhir dengan pola yang sama: kemenangan Argentina dan aksi gemilang Lionel Messi.
Megabintang berusia 39 tahun itu kembali menunjukkan kelasnya ketika mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Austria, Senin lalu. Hasil tersebut memastikan langkah Argentina ke babak 32 besar sekaligus mengamankan posisi juara Grup J.
Messi sempat gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan, tetapi ia segera menebus kesalahannya dengan mencetak gol pembuka melalui penyelesaian apik dari skema serangan yang terorganisasi. Ia kemudian memastikan kemenangan lewat gol kedua pada masa tambahan waktu.
Gol tersebut membuat Messi mencatat sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia dengan 18 gol, melewati rekor sebelumnya milik legenda Jerman Miroslav Klose.
Tidak hanya itu, Messi juga menjadi pemain ketiga dalam sejarah yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Di bawah asuhan Lionel Scaloni, Argentina tampil sangat konsisten. La Albiceleste telah meraih sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi, mencatat delapan clean sheet dan hanya kebobolan satu gol dalam periode tersebut.
Argentina kini membidik sejarah besar: menjadi negara pertama sejak Brazil national football team yang mampu memenangkan Piala Dunia dua kali berturut-turut. Jika berhasil, Argentina akan mengoleksi gelar dunia keempat sepanjang sejarah dan menyamai jumlah trofi Germany national football team di posisi kedua, hanya tertinggal dari Brasil dengan lima gelar.
Meski menjadi salah satu kandidat terkuat juara, Argentina tetap memiliki kenangan kurang menyenangkan saat menghadapi wakil Asia. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, mereka secara mengejutkan kalah 1-2 dari Saudi Arabia national football team di fase grup.
Berbeda dengan Argentina, Yordania sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan di Grup J. Tim berjuluk The Chivalrous Ones itu kalah 1-3 dari Austria dan takluk 1-2 dari Aljazair.
Namun, perjalanan Yordania di turnamen ini tetap mencatat sejarah. Mereka menjadi salah satu dari empat negara debutan di Piala Dunia 2026.
Yordania bahkan mencetak gol dalam dua pertandingan awal Piala Dunia mereka, sebuah pencapaian yang terakhir dilakukan Pantai Gading pada tahun 2006.
Dalam pertandingan melawan Aljazair, Jordan sempat unggul lebih dulu lewat gol Nizar Al-Rashdan. Namun, dominasi lawan di babak kedua membuat keunggulan tersebut sirna dan Jordan gagal meraih poin pertama di Piala Dunia.
Masalah terbesar Jordan sepanjang turnamen adalah pertahanan, terutama dalam menghadapi bola mati. Dari lima gol yang mereka kebobolan, tiga di antaranya berasal dari situasi sepak pojok.
Kelemahan udara tersebut menjadi perhatian besar karena Argentina memiliki kualitas pemain yang mampu mengeksploitasi celah tersebut.
Pelatih Yordania Jamal Sellami berharap timnya dapat meninggalkan Piala Dunia dengan membawa âkesan positif tentang sepak bola Yordaniaâ. Target itu bisa tercapai jika mereka mampu membuat kejutan besar melawan tim terbaik dunia saat ini.
Kondisi Tim
Yordania tidak memiliki masalah cedera maupun kebugaran. Sellami kemungkinan besar akan mempertahankan susunan pemain yang hampir sama seperti saat menghadapi Aljazair.
Penyerang Ali Olwan diperkirakan tetap menjadi ujung tombak. Pemain tersebut mencetak gol pertama Yordania dalam sejarah Piala Dunia dan hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor pencetak gol terbanyak tim nasional Jordan yang dipegang Hamza Al-Dardour dengan 31 gol.
Musa Al-Taamari dan kapten Ihsan Haddad juga diprediksi tampil sejak awal. Keduanya berpeluang mencatat penampilan internasional ke-95.
Di kubu Argentina, bek Tottenham Hotspur Cristian Romero diragukan tampil setelah mengalami cedera lutut saat menghadapi Austria.
Marcos Senesi dan Nicolas Otamendi menjadi kandidat pengganti Romero di lini belakang.
Scaloni juga kemungkinan melakukan rotasi karena Argentina sudah memastikan status juara grup. Namun, Messi tetap berpeluang tampil sejak awal dengan kemungkinan diganti lebih cepat demi menjaga kebugarannya sekaligus mengejar tambahan gol di Piala Dunia.
Perkiraan Susunan Pemain
Yordania (3-4-3):
Abulaila; Al-Arab, Nasib, Abu Dahab; Haddad, Al-Rashdan, Al-Rawabdeh, Abu Taha; Al-Tamari, Al-Mardi; Olwan
Argentina (4-4-2):
E. Martinez; Montiel, Otamendi, Martinez, Tagliafico; Lo Celso, Paredes, Palacios, Almada; Messi, L. Martinez
- Piala Dunia 2026
- Timnas Argentina
- Argentina Vs Yordania
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Uruguay Tertahan Perlawanan Gigih Arab Saudi, Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 Makin Terbuka
-
Kaleng Edisi Khusus Coca-Cola Indonesia Ajak Masyarakat Rayakan FIFA World Cup 2026
-
Panama vs Kroasia: Modric dan Kawan-kawan Bidik Kebangkitan untuk Amankan Posisi Tiga Besar
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Skotlandia vs Maroko: Pertandingan Sengit Demi Tiket Babak Gugur Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.