Salah Tetap Jadi Motor Serangan Mesir, Namun Kekuatan Kolektif Mulai Menonjol

Minggu, 28 Jun 2026, 00:40 WIB

SEATTLE — Bintang Mesir Mohamed Salah tetap menjadi figur sentral dalam skema serangan tim, meski performanya sedikit meredup saat menghadapi Iran dalam laga imbang 1-1 di Piala Dunia 2026.

Salah ditarik keluar pada awal babak kedua setelah meminta pergantian pemain. Meski demikian, pelatih Hossam Hassan menyebut kondisi sang pemain tidak mengkhawatirkan.

Ket. Foto: Mohammed Salah. — Sumber: FIFA

Mesir kini menunggu perkembangan kondisi Salah menjelang laga babak 32 besar melawan Australia, setelah memastikan diri melaju ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Meski tidak tampil maksimal, Salah tetap menjadi pusat permainan Mesir. Ia telah menyumbang satu gol dan dua assist pada dua laga sebelumnya di Grup G, termasuk kontribusi penting dalam kemenangan atas Belgia dan Selandia Baru.

Sepanjang kualifikasi, Salah mencatat sembilan dari total 20 gol Mesir, menegaskan perannya sebagai motor utama lini serang.

Pada Piala Dunia 2018, Salah sebelumnya mencetak seluruh gol Mesir dalam turnamen, meski saat itu mereka tersingkir tanpa satu pun kemenangan.

Di bawah arahan Hossam Hassan sejak 2024, Mesir tampil dengan pendekatan lebih dinamis. Sistem baru ini membuat tim tidak hanya bergantung pada Salah, tetapi juga memaksimalkan pergerakan pemain lain untuk menciptakan ruang.

Pada laga pembuka melawan Belgia, Salah berperan penting dalam proses gol yang dicetak Emam Ashour melalui tembakan jarak jauh.

Sementara itu, kemenangan 3-1 atas Selandia Baru menampilkan variasi serangan Mesir, dengan gol dicetak oleh Salah, Mahmoud Hassan “Trezeguet”, dan Mostafa Abdel Raouf “Zico”.

Dalam laga melawan Iran di Seattle, Mesir memulai pertandingan dengan baik setelah Mahmoud Saber mencetak gol cepat pada menit kelima.

Namun, Salah harus meninggalkan lapangan pada menit ke-57, membuat perhatian tertuju pada kondisi fisiknya menjelang fase gugur.

Mesir hampir memastikan status juara grup, tetapi gagal setelah Belgia menang besar 5-1 atas Selandia Baru dalam pertandingan lain.

Meski demikian, performa Mesir sepanjang fase grup menunjukkan bahwa mereka kini memiliki ancaman lebih luas selain ketergantungan pada satu pemain.

Dengan atau tanpa Salah dalam kondisi terbaik, Mesir tetap dipandang sebagai ancaman serius saat menghadapi Australia di Dallas pada tanggal 3 Juli mendatang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.