Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada Hubungan Stres Saat Kecil dan Risiko Penyakit Jantung

📅 Senin, 22 Jan 2024, 16:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada Hubungan Stres Saat Kecil dan Risiko Penyakit Jantung Doc: ANTARA/Pexels/am

JAKARTA - Para peneliti melalui studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association menemukan individu yang secara konsisten mengalami stres tinggi lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi, obesitas, dan faktor risiko kardiometabolik lainnya.

Penelitian itu, seperti disiarkan Medical Daily, Kamis (18/1) melibatkan penilaian terhadap 276 peserta dari Southern California Children's Health Study, Amerika Serikat. Para peneliti menggunakan Perceived Stress Scale (PSS), sebuah alat untuk menilai persepsi stres di kalangan partisipan.

PSS mengukur sejauh mana individu menilai situasi dalam kehidupan mereka sebagai stres.

Untuk anak usia dini hingga sekitar usia 6 tahun, PSS diperoleh dari respons yang diberikan oleh orangtua peserta. Kemudian, para peserta sendiri melaporkan tingkat stres mereka.

Para peserta kemudian dikelompokkan menjadi empat kelompok berdasarkan risiko yaitu stres tinggi secara konsisten, stres menurun, stres meningkat, dan stres rendah secara konsisten dari waktu ke waktu.

Skor risiko kardiometabolik mereka diukur menggunakan faktor-faktor seperti ketebalan arteri leher, tekanan darah sistolik dan diastolik, berat badan, persentase lemak tubuh dan distribusi lemak serta hemoglobin A1c. Berdasarkan analisis, para peneliti mencatat bahwa tingkat stres yang dirasakan lebih tinggi dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan kardiometabolik.

Peneliti mengatakan jika seseorang mengalami stres yang lebih besar sejak remaja hingga dewasa, cenderung memiliki kesehatan pembuluh darah lebih buruk, total lemak tubuh lebih tinggi, lebih banyak lemak di sekitar perut, dan risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang stresnya berkurang seiring berjalannya waktu.

Secara umum, tingkat stres yang dirasakan lebih tinggi juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan kardiometabolik.

"Misalnya, orang dewasa yang mengalami tingkat stres yang lebih tinggi cenderung memiliki kesehatan pembuluh darah yang lebih buruk serta tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi," kata peneliti.

Namun, penelitian ini memiliki jumlah peserta yang relatif kecil, yang dapat dianggap sebagai batasan.

Penulis studi Fangqi Guo dari University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat, berpendapat pentingnya memahami dampak stres yang dirasakan pada masa kanak-kanak untuk mencegah, mengurangi atau mengelola faktor risiko kardiometabolik yang lebih tinggi pada orang dewasa.

"Temuan kami menunjukkan bahwa pola stres yang dirasakan dari waktu ke waktu memiliki dampak luas pada berbagai tindakan kardiometabolik termasuk distribusi lemak, kesehatan pembuluh darah, dan obesitas," kata dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Harga Cabai di Mataram Turu...
Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.