KPPU Awasi Ketat Persaingan Usaha Ekonomi Digital
Jumat, 19 Jan 2024, 11:06 WIBJAKARTA - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Fanshurullah Asa menyatakan pihaknya akan melakukan kerja sama dengan semua pihak terkait dalam mengawasi persaingan usaha di sektor ekonomi digital.
"Semua stakeholder terkait, kami akan bekerja sama, sinergi, pentaheliks. Akademisi, bisnis, government, civil society, termasuk juga teman-teman media," kata Fanshurullah usai dilantik bersama dengan delapan anggota KPPU lain oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/1).
Dia mengatakan secara kelembagaan, KPPU akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, dan lainnya dalam pengawasan ekonomi digital.
Dia juga menyampaikan KPPU mendukung Undang-Undang tentang Pasar Digital. Dia menekankan bahwa setiap regulasi harus dibuat jangka panjang dengan mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi hingga 25 tahun ke depan.
"Jangan sampai kita membuat regulasi yang sifatnya sesaat. Tapi, harus jangka panjang dalam 25 tahun ke depan. Dengan kita buat Undang-Undang Pasar Digital, kita mampu mengantisipasi apa yang terjadi 5, 10, 25 tahun ke depan," ujarnya.
Kompetisi Sehat
Dia juga menekankan dalam mewujudkan persaingan usaha yang sehat, siapapun pelaku usahanya harus mewujudkan efisiensi dan kompetisi yang sehat termasuk di pasar digital.
Selama ini, kata dia, KPPU sudah melakukan pengawasan di sektor ekonomi digital, misalnya dalam pinjaman daring yang memberikan bunga tidak masuk akal, serta perdagangan di e-commerce.
"Intinya, kami akan menjaga kepentingan nasional, menjaga persaingan usaha dengan baik. Aspek harga harus dijaga, (termasuk) merger, akuisisi ini harus dijaga jangan sampai tidak dilaporkan ke KPPU, karena dendanya luar biasa," kata dia.
Dia meminta para pelaku usaha agar berkompetisi dengan sehat dan tidak melakukan monopoli di sektor masing-masing.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa: Kroasia Taklukkan Montenegro, Polandia Atasi Malta
-
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi RI ke 4,8 Persen di 2025
-
Ini Lima Tren Infrastruktur Digital yang Membentuk Ekonomi Digital Indonesia Menuju 2026
-
Bangun Ekosistem Digital, Wamen BUMN Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci
-
Menkeu Siapkan Anggaran Maung untuk Menteri, Tunggu Industri Siap
-
Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Provinsi DKI Jakarta Bersama PT Taman Impian Jaya Ancol Sukses Selenggarakan Ancol Aquathlon 2025
-
Industri Kripto Bantu Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Lewat Ekonomi Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.