Filipina Akan Kembangkan Pulau-Pulau di LTS

Selasa, 16 Jan 2024, 02:29 WIB

MANILA - Filipina akan mengembangkan pulau-pulau di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang mereka anggap sebagai bagian dari wilayahnya, agar lebih layak huni bagi pasukannya, kata panglima militer Manila, Jenderal Romeo Brawner, kepada wartawan pada Senin (15/1).

Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Filipina dan Tiongkok .

Ket. Foto: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Brawner Jr. berbicara kepada media saat konferensi pers di Komando Barat di Puerto Princesa, Palawan, Filipina, 10 Agustus 2023. — Sumber: ELOISA LOPEZ / POOL / AFP

Kedua negara mengklaim wilayah di LTS dan saling tudingan melakukan perilaku agresif di jalur perairan strategis tersebut.

Selain Second Thomas Shoal, yang secara lokal dikenal sebagai Ayungin, Filipina menempati delapan wilayah lain di LTS, dan menganggapnya sebagai bagian dari zona ekonomi eksklusifnya.

"Kami ingin memperbaiki kesembilan pulau tersebut, terutama pulau-pulau yang kami duduki," kata Jenderal Brawner setelah menghadiri konferensi komando yang dipimpin oleh Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, di markas militer.

Fitur-fiturnya termasuk Pulau Thitu yang merupakan pulau terbesar dan paling strategis penting di LTS. Dikenal secara lokal sebagai Pag-asa, Thitu terletak sekitar 480 kilometer sebelah barat Provinsi Palawan, Filipina.

Militer Filipina juga ingin menghadirkan mesin desalinasi untuk tentara yang tinggal di kapal perang yang sengaja dikandaskan Filipina di Second Thomas Shoal pada tahun 1999 untuk menegaskan klaim kedaulatannya, kata Brawner.

Jaga Klaim Maritim

Selain Filipina, Brunei, Tiongkok, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim yang bersaing di LTS, yang merupakan jalur pengiriman barang senilai lebih dari 3 triliun dollar AS setiap tahunnya.

Yang juga termasuk dalam rencana modernisasi militer adalah akuisisi lebih banyak kapal, radar, dan pesawat terbang seiring Filipina mengalihkan fokusnya ke pertahanan teritorial dari pertahanan dalam negeri, kata Jenderal Brawner.

Semua langkah itu dilakukan untuk menjaga klaim maritim mereka di LTS. Filipina secara rutin mengirim pasokan logistik kepada pasukannya di kapal tersebut.

Bulan lalu, Filipina mengatakan mereka tidak memprovokasi konflik di LTS. Hal itu disampaikan setelah Tiongkok menuduh Manila melanggar batas wilayahnya di LTS yang dipersengketakan. ST/And

Redaktur: andes

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.