Bentrok Lagi, Kapal Tiongkok Semprot Meriam Air ke Perahu Nelayan Filipina di LTS

Minggu, 14 Des 2025, 09:18 WIB

MANILA - Tiga nelayan Filipina terluka ketika kapal Penjaga Pantai Tiongkok menyemprot perahu mereka dengan meriam air dan memutus tali jangkar mereka di wilayah sengketa Laut Tiongkok Selatan, kata pihak berwenang Filipina, Sabtu (13/12).

Beijing mengatakan pada hari Jumat, mereka telah mengambil "langkah-langkah pengendalian yang diperlukan" yang melibatkan sekitar 20 kapal nelayan Filipina di dekat titik rawan Sabina Shoal, sebuah daerah kaya ikan yang berjarak sekitar 150 kilometer (93 mil) dari pulau Palawan.

Ket. Foto: Insiden April 2024, Filipina menuduh penjaga pantai Tiongkok melakukan pelecehan dan merusak salah satu kapalnya di dekat Scarborough Shoal di Laut Tiongkok Selatan, — Sumber: BW/PCG

Insiden ini yang terbaru dalam serangkaian konfrontasi yang meningkat antara kapal-kapal Tiongkok dan Filipina di jalur perairan yang diperebutkan. Perairan tersebut hampir seluruhnya diklaim oleh Beijing meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Para nelayan "menjadi sasaran meriam air dan manuver penghalangan berbahaya", kata seorang juru bicara penjaga pantai Filipina dalam sebuah pernyataan hari Sabtu.

"Tiga nelayan mengalami cedera fisik, termasuk memar dan luka terbuka. Dua (perahu nelayan Filipina) juga mengalami kerusakan signifikan akibat semburan meriam air bertekanan tinggi," kata Komodor Jay Tarriela.

Kapal karet lambung kaku kecil buatan Tiongkok juga "dengan sengaja memotong tali jangkar beberapa (perahu)," tambahnya.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Sabtu, Penjaga Pantai Tiongkok mengatakan telah mengambil "langkah-langkah pengendalian yang diperlukan terhadap kapal-kapal Filipina ... termasuk mengeluarkan peringatan melalui pengeras suara dan melakukan manuver eksternal untuk mengusir mereka".

Video yang dirilis oleh pihak Filipina menunjukkan semburan meriam air menghantam perahu-perahu nelayan kecil. Tarriela mengatakan kepada AFP bahwa semburan air bertekanan tinggi telah "menghancurkan struktur kayu" pada kapal-kapal tersebut.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pada bulan Oktober, Filipina menuduh sebuah kapal Tiongkok sengaja menabrak salah satu kapal pemerintahnya di Kepulauan Spratly, tempat Beijing selama bertahun-tahun berupaya menegaskan klaim kedaulatannya. Beijing menyalahkan Manila atas insiden tersebut.

Sebulan sebelumnya, satu orang terluka ketika serangan meriam air oleh kapal Penjaga Pantai Tiongkok menghancurkan jendela di anjungan kapal biro perikanan lainnya di dekat Scarborough Shoal yang dikuasai Beijing.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.