Vietnam Penjarakan 2 Mantan Menterinya Terkait Skandal Alat Tes Covid-19

Sabtu, 13 Jan 2024, 08:38 WIB

HANOI - Pengadilan Vietnam memenjarakan dua mantan menteri kabinet pada Jumat (12/1) dan menyatakan puluhan pejabat bersalah atas suap dan salah urus terkait peran mereka dalam skandal alat tes Covid-19, kata Kementerian Keamanan Publik.

Mantan Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long dijatuhi hukuman 18 tahun penjara karena menerima suap senilai 2,25 juta dollar AS, sementara mantan Menteri Sains dan Teknologi Chu Ngoc Anh dipenjara selama tiga tahun karena salah urus, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Polisi membawa mantan menteri kesehatan Vietnam Nguyen Thanh Long ke pengadilan pada 3 Januari 2024. — Sumber: CNA/AFP/Nhu Y

Inti dari skandal ini adalah sebuah perusahaan medis swasta bernama Viet A Technology Corp yang dituduh berkolusi dengan para pejabat untuk memproduksi alat tes virus corona untuk sistem kesehatan negara yang dijual dengan harga yang melambung.

"Saya salah, saya minta maaf," kata Long seperti dikutip surat kabar Phap Luat Online di persidangan.Reuters tidak dapat segera menghubungi pengacara Long untuk dimintai komentar.

Keputusan tersebut diambil ketika Vietnam mengintensifkan kampanye anti-korupsinya selama bertahun-tahun yang telah menyebabkan ratusan pejabat senior diselidiki karena korupsi, banyak di antara mereka yang terpaksa mengundurkan diri, termasuk mantan presiden dan perdana menteri Nguyen Xuan Phuc dan dua wakil perdana menteri.

Pendiri dan kepala eksekutif Viet A Phan Quoc Viet dijatuhi hukuman 29 tahun penjara dalam persidangan yang berlangsung selama seminggu, selain hukuman 25 tahun yang dijatuhkan dalam persidangan terpisah pada akhir Desember.

Vietnam menjual 4,5 juta alat tes Covid-19 selama pandemi dengan harga tiga kali lebih tinggi dari harga sebenarnya dan secara ilegal menghasilkan 1,23 triliun dong (50,25 juta dollar AS), kata kementerian tersebut.

Pengadilan juga menjatuhkan hukuman mulai dari 18 bulan masa percobaan hingga 15 tahun penjara kepada 35 orang lainnya, sebagian besar pejabat pengendalian penyakit di kota dan provinsi atas keterlibatan mereka dalam skandal tersebut, kata kementerian tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.