Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak ‘Deepfake’ di Internet, Begini Cara Bedakan Fakta dari Fiksi Ciptaan AI

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 12:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak ‘Deepfake’ di Internet, Begini Cara Bedakan Fakta dari Fiksi Ciptaan AI Doc: The Conversation/UC Berkeley/Stephen McNally
Ket. Perangkat lunak pelacakan OpenFace menganalisis video asli Presiden Obama di sebelah kiri, dan deepfake “sinkronisasi bibir” di sebelah kanan.

Arif Perdana, Monash University

Pembuatan gambar atau video, termasuk elemen audio, dengan perangkat komputer yang dikenal dengan teknologi media sintetis (media tiruan) dalam perfilman, telah lama menjadi komponen inti dalam menciptakan dunia sinematografi yang menawan.

Kita bisa melihat hasilnya dalam film-film terkenal termasuk seri Avatar dan Jurassic Park.

Teknologi ini bukan fenomena baru. Sejak debutnya dalam film "Vertigo" pada 1958, media sintetis telah berkembang signifikan. Ini terbukti dengan penerapannya secara penuh dalam "Toy Story" pada 1995.

Penerapan media sintetis di dunia perfilman tidak berbahaya. Ketika ditujukan untuk audiens dengan usia yang tepat dan hiburan, media ini menambah dimensi baru pada pengalaman menonton film.

Namun, kini, dengan kemajuan algoritme AI generatif, kemampuan untuk menghasilkan media sintetis tidak lagi dimonopoli oleh profesional film dan pengeditan video. Orang awam pun bisa mengakses teknologi ini untuk menghasilkan konten yang kompleks dengan cepat, mudah, dan berbiaya murah.

Salah satu masalahnya adalah media sintetis versi AI yang disalahgunakan bisa menimbulkan konsekuensi serius. Misalnya, ketika digunakan untuk menciptakan "deepfake," yaitu konten media sintetis yang dibuat dengan tujuan menyesatkan atau melakukan kejahatan. Kita perlu meningkatkan kapasitas dan regulasi untuk mengurangi dampak negatif ini.

Dampak negatif deepfake

Ada banyak model AI generatif yang digunakan untuk membuat media sintesis. Model yang paling sering digunakan adalah tiga model berikut "(1) Encoders/Decoders" dan "(2) Generative Adversarial Networks" (GAN).

Kedua model ini memungkinkan penciptaan gambar atau video yang sangat realistis, dari pertukaran wajah hingga kreasi video binatang yang terlihat berbicara.

Lalu model ketiga, "Style Transfer" yang menawarkan kapabilitas untuk menyisipkan nuansa artistik ke dalam foto atau video, mengonversi gambar biasa menjadi karya seni yang estetis.

AI telah membuka jalan bagi inovasi dalam media sintetis, meskipun terkadang menciptakan konten yang begitu nyata sehingga sulit dibedakan apakah audio atau video yang dihasilkan palsu atau asli.

Deepfake ini bisa berupa audio dan video yang sebenarnya palsu tapi tampak nyata, ditambah lagi dengan narasi-narasi yang sensitif dan memanipulasi psikologi manusia.

Contoh nyata dari dampak negatif ini terjadi pada 2022, ketika video deepfake Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, beredar luas. Ketika ia terlihat mengajak warga Ukraina menyerah kepada Rusia. Kejadian serupa terjadi pada 2023 dengan tersebarnya video deepfake Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengklaim Rusia akan diserang oleh Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.