Pemkab Sumenep Berdayakan KIM untuk Sebarkan Informasi Pembangunan
Senin, 08 Jan 2024, 20:23 WIBSUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, memberdayakan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dalam menyebarkan informasi pembangunan dan menangkal kabar bohong yang banyak beredar di media sosial menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 dengan membuat radio KIM.
"Radio KIM yang kami bangun dan telah mengudara pada 5 Januari kemarin itu terletak di Kecamatan Pragaan dan kita beri nama 'Radio Pragaan Station'," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya dalam keterangan yang disampaikan di Sumenep, Jawa Timur, Senin.
Ia menjelaskan, kebijakan menyebarkan informasi positif seputar pembangunan dan menangkal kabar bohong melalui radio tersebut, karena sebagian masyarakat di kabupaten itu masih banyak yang menjadikan radio sebagai sarana dalam mengakses informasi.
"Karena itu, sarana informasi yang kami sediakan agar bisa menyebar luas di kalangan masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan adalah radio," katanya.
Radio yang dikelola komunitas ini, bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) menyiarkan ulang informasi penting yang berkaitan dengan pembangunan, kebijakan pemerintah dan memberikan ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan segala sesuatu yang menjadi aspirasi warga.
Pemkab Sumenep, cakap dia, akan menyerap informasi melalui radio tersebut, sehingga akan terjadi timbal balik yang saling menguntungkan antara pemerintah dengan masyarakat.
"Jadi isi informasi yang harus disebarkan kepada masyarakat berupa hal-hal positif yang bisa mendorong kemajuan di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, seni budaya dan politik," kata dia.
Radio KIM dengan nama 'Radio Pragaan Station' ini merupakan radio pertama yang dikelola oleh komunitas informasi masyarakat di wilayah itu.
Sementara itu, Akademisi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Esa Arif, M.I.Kom menilai pembangunan sarana media komunikasi publik di wilayah perdesaan sangat efektif, karena bisa memberi ruang bagi masyarakat yang memiliki kecenderungan berbeda dalam memanfaatkan media massa.
"Memang yang banyak diakses warga saat ini adalah media daring. Tapi pendengar media radio juga perlu diperhatikan, karena media ini ternyata masih banyak diminati masyarakat," katanya.*
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
PSG Tak Terbendung, Menang 3-1 atas Marseille dan Makin Dekat ke Gelar Ligue 1
-
Jakarta Semai 2,4 Ton Garam di Hari Pertama Modifikasi Cuaca
-
Peta Merah Kredit Sumatera: OJK Pastikan Akurasi Data Sebelum Ketuk Palu Relaksasi
-
Mentan Buka Peluang Ekspor Beras
-
Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia Pada 2024
-
Menbud Nyatakan Sumenep Layak Jadi Ibu Kota Keris Dunia, Ini Alasannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.