Ini yang Dilakukan Sulbar untuk Antisipasi Kenaikan Harga Cabai
Minggu, 07 Jan 2024, 03:52 WIBMamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan antisipasi kenaikan harga cabai sebagai penyebab inflasi melalui pasar pangan murah pemerintah.
"Pemerintah Sulbar melakukan antisipasi kenaikan harga cabai dengan melakukan gerakan pasar pangan murah," kata Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Provinsi Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, harga cabai di pasaran Kota Mamuju mencapai Rp50 ribu per kilogram, sehingga menjadi beban ekonomi bagi masyarakat dan menjadi salah satu komoditi menyumbang inflasi.
Menurut dia, PemerintahSulbar menggelar pasar pangan murah setiap minggu, pada enam Kabupaten di Sulbar untuk mengatasi inflasi.
"Selain melakukan pasar pangan murah, PemerintahSulbar juga akan melakukan subsidi pangan untuk beras, gula pasir dan komoditi perikanan seperti ikan layang, bandeng dan cakalang, sehingga mampu menekan kenaikan harga yang cenderung meningkat di pasaran," katanya.
Ia menyampaikan, PemerintahSulbar juga akan melakukan kerja sama dengan pedagang dalam rangka menyalurkan beras murah kepada masyarakat mengantisipasi inflasi.
Ia menyampaikan, meskipun inflasi di Sulbar berada pada peringkat ketiga nasional dengan tingkat inflasi 1,82 persen, namun Pemerintah Sulbar tetap berupaya menekan inflasi agar terus menurun.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wakapolri Luncurkan Program Pelayanan Pengaduan Reserse
-
Menteri PKP Siapkan Pembangunan Rusun bagi Prajurit TNI AU di Lampung
-
Posisi Pelatih Chelsea Belum Jelas, Rosenior Tegaskan Belum Ada Kepastian
-
Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Nasional Madrasah Unggulan
-
Harga cabai merah keriting di Ternate turun
-
Aktivitas Pasar Induk Kramat Jati Makin Padat
-
Polres Bima Kota Selidiki Pria Tewas Hanyut di Pantai Pancala
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.