Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekerasan terhadap Perempuan Didominasi Kasus KDRT

📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kekerasan terhadap Perempuan Didominasi Kasus KDRT Doc: ANTARA/ Anita Permata Dewi
Ket. Dari kiri ke kanan: Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA Lenny N Rosalin, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen-PPPA Ratna Susianawati, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA Pribudiarta Nur Sitepu, Menteri PPPA Bintang Puspayoga, dan Plt Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Titi Eko Rahayu dalam konferensi pers Capaian KemenPPPA Tahun 2023 dan Resolusi Tahun 2024, di Jakarta, Jumat (5/1/2024).

Jakarta - Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) Ratna Susianawati menyebut dari kasus kekerasan terhadap perempuan saat ini masih didominasi oleh kekerasan dalam rumah tangga.

"Dari dominasi kasus-kasus yang masuk di SAPA 129 atau Simponi PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak), memang untuk kasus kekerasan terhadap perempuan masih didominasi dengan KDRT," kata Ratna Susianawati di Jakarta, Jumat.

Kemudian jenis kekerasan yang mendominasi adalah kekerasan fisik.

Ratna Susianawati juga menyoroti tentang semakin maraknya kekerasan berbasis gender online saat ini.

"Kasus-kasus gender lainnya dengan maraknya digitalisasi, maraknya teknologi, kekerasan berbasis gender online saat ini semakin marak," katanya.

Sementara untuk kasus kekerasan seksual, tercatat didominasi oleh korban anak-anak.

Ratna Susianawati mengatakan KemenPPPA terus melakukan upaya-upaya untuk menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, utamanya dari penguatan sisi hulu, yakni pencegahan.

"Pencegahan ini yang menjadi utama, kemudian bagaimana kalau sudah terjadi kasus? Kita tentunya lari kepada hal-hal yang sifatnya kuratif, penanganan," kata Ratna Susianawati.

Upaya penanganan, kata dia, dilakukan melalui lembaga-lembaga layanan yang ada.

"Dengan adanya Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, konteks untuk sinergipelayanan ini menjadi semakin kuat, karena selain lembaga layanan berbasis masyarakat juga ada lembaga-lembaga lainnya yang tentunya sesuai dengan aturan perundangan akan berkolaborasi dengan lembaga layanan milik pemerintah untuk menguatkan dari mulai pencegahan, penanganan, perlindungan, dan penegakan hukum," kata Ratna Susianawati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.