Inflasi Jerman Naik Jadi 3,7 Persen pada Desember 2023

Jumat, 05 Jan 2024, 22:15 WIB

Berlin - Setelah berbulan-bulan mengalami penurunan tekanan harga, tingkat inflasi Jerman kembali naik menjadi 3,7 persen pada Desember 2023, demikian rilis data awal Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) pada Kamis (4/1).

Di angka 4,5 persen, harga bahan makanan masih menjadi pendorong utama inflasi di perekonomian terbesar di Eropa tersebut, kata Destatis. Sementara itu, harga energi naik 4,1 persen secara tahunan (year on year) akibat dampak one-off dari tindakan pemerintah yang mengambil alih biaya pemanas bagi konsumen setahun sebelumnya.

Menurut ifo Institute for Economic Research, persentase perusahaan Jerman yang ingin menaikkan harga baru-baru ini kembali meningkat. "Penurunan tingkat inflasi kemungkinan akan terhenti untuk sementara waktu," ujar pakar ifo, Timo Wollmershaeuser, pada akhir bulan lalu.

Normalisasi harga diperkirakan akan terhambat akibat langkah-langkah bantuan COVID-19 dan krisis energi yang semakin berkurang. Sejak Januari, alih-alih tarif pajak pertambahan nilai yang telah dikurangi sebesar 7 persen, tarif reguler sebesar 19 persen akan kembali diberlakukan di stasiun pengisian bahan bakar dan restoran.

Hampir dua dari tiga restoran khawatir bahwa kenaikan pajak akan menjadi "pukulan keras" bagi mereka, menurut survei terbaru oleh Asosiasi Hotel dan Restoran Jerman (DEHOGA). Hampir 90 persen mengatakan bahwa hal itu membuat mereka harus menaikkan harga.

"Terdapat ancaman berkurangnya pendapatan, hilangnya pekerjaan, penutupan bisnis, dan kebangkrutan di sektor ini," demikian diperingatkan oleh Presiden DEHOGA Guido Zoellick pada akhir tahun lalu. Industri tersebut telah berada di bawah tekanan sejak pandemi. "Perusahaan-perusahaan tidak lagi memiliki kelonggaran finansial."

Namun, pemerintah Jerman mengatakan pihaknya telah melakukan penghematan menyusul gagalnya realokasi dana bantuan COVID-19 yang tidak terpakai untuk kebijakan iklim. Guna menutup kesenjangan anggaran pada 2024, harga CO2, pajak atas polusi dari bahan bakar fosil, dinaikkan dari 30 menjadi 45 euro per ton.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.