Ilmuwan Ungkap Gletser Swiss Telah Kehilangan Sekitar 5,5 Persen Es

Jumat, 02 Okt 2026, 17:40 WIB

BERN — Gletser-gletser di Swiss mengalami kehilangan es yang hampir mencapai rekor pada 2026. Kondisi tersebut terjadi setelah gelombang panas ekstrem selama musim panas melanda kawasan Alpen.

Melansir dari BBC News, Jumat (2/10), lebih dari 5 persen sisa es gletser Swiss telah hilang dalam 12 bulan terakhir. Para ilmuwan menyebut tingkat kehilangan tersebut sebagai kondisi yang luar biasa.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Pencairan gletser yang sangat cepat dinilai berkaitan dengan laju perubahan iklim. Kondisi tersebut dapat mengancam pasokan air untuk pertanian, pembangkit listrik tenaga air, dan transportasi dalam beberapa dekade mendatang.

Hilangnya es gletser juga dapat membuat lereng pegunungan menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut meningkatkan risiko tanah longsor dan dalam keadaan ekstrem dapat memicu banjir bandang.

Para ilmuwan menilai penipisan gletser dalam jangka panjang dan pencairan tanah yang membeku kemungkinan meningkatkan risiko bencana tersebut. Fenomena serupa juga dikaitkan dengan banjir bandang yang terjadi di Nepal pada Agustus, meski peristiwa tersebut dipengaruhi sejumlah faktor.

Para ahli menyoroti cepatnya pencairan gletser Swiss sebagai temuan utama laporan terbaru. Sebelumnya, kehilangan 2 persen es dalam satu tahun sudah dianggap sebagai kondisi ekstrem, tetapi tahun ini diperkirakan mencapai 5,5 persen.

Direktur Glacier Monitoring Switzerland, Matthias Huss, menyebut kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, gletser Swiss memasuki musim panas dengan lapisan salju yang lebih sedikit setelah musim dingin yang hangat.

Sebagian besar salju kemudian menghilang akibat gelombang panas pada Mei dan Juni. Hilangnya salju membuat es gletser terbuka dan menyerap lebih banyak energi Matahari sehingga mempercepat pencairan ketika gelombang panas berikutnya terjadi.

Air lelehan gletser menjadi sumber penting untuk irigasi, pembangkit listrik tenaga air, dan pelayaran ketika kondisi panas dan kering. Para ilmuwan memperkirakan gletser Swiss melepaskan sekitar 2,2 triliun liter air lelehan antara Juli dan September.

Air lelehan tersebut membantu mengurangi kekurangan air pada musim panas ini. Namun, pencairan yang cepat juga mengurangi cadangan air yang tersimpan dalam bentuk es.

Huss memperingatkan gletser yang semakin kecil akan semakin sulit mengisi kembali cadangan air dalam jumlah yang sama. Ia mengatakan air yang mengalir selama gelombang panas berasal dari cadangan yang telah tersimpan di gletser puluhan tahun, bahkan berabad-abad. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.