- Home
-
- Megapolitan
-
- Penculikan Dua Anak Peremp...
Penculikan Dua Anak Perempuan di Kalideres Jakbar, Ini Kronologinya!
Jumat, 02 Okt 2026, 17:55 WIBJAKARTA - Insiden penculikan yang menimpa dua bocah perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, berawal saat kedua korban berangkat les ke rumah tantenya pada Rabu (30/9) sore.
Ibu korban, Juli (45), menceritakan bahwa peristiwa berawal sekitar pukul 15.15 WIB saat kedua putrinya berangkat menuju rumah tantenya untuk mengikuti kegiatan les dengan mengendarai sepeda masing-masing.
"Biasanya perjalanan cuma lima menit. Tapi setelah setengah jam ditunggu tantenya, anak-anak belum sampai juga," ujar Juli di Jakarta, Jumat.
Keluarga yang merasa curiga langsung berupaya melakukan pencarian di sepanjang rute yang biasa dilalui. Keberadaan sepeda milik kedua anak tersebut akhirnya ditemukan tergeletak di gang belakang rumah sang tante.
Pihak keluarga bersama warga, RT, RW, hingga LMD setempat kemudian bahu-membahu menyisir keberadaan korban.
"Pertama keluarga dulu nyari. Udah satu jam nggak ketemu, akhirnya lapor RT, lapor RW, LMD semuanya dan mereka saling share. Tapi belum lapor ke polisi," kata Juli.
Namun, sekitar pukul 17.50 WIB, anak pertama (KI) ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Pelaku menurunkan KI di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman. Saat ditemukan, korban dalam keadaan syok, linglung, serta sempat menolak diberi minum oleh warga.
"Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar," kata Juli.
KI yang mengingat alamat rumahnya secara detail kemudian diantarkan oleh Ketua RT setempat kembali ke rumah. Sementara itu, sang adik (CI) baru ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres arah Bandara Soekarno-Hatta.
CI sempat menolak berbicara selama hampir satu jam dan hanya memberi isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau diajak berkomunikasi di Pos RW setempat.
Berdasarkan pengakuan kedua korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berinteraksi dengan orang lain.
"Kata ibu-ibu yang bawa aku, aku nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau diajak ngomong katanya nggak boleh ngomong. Kalau dikasih minum, nggak boleh minum. Nanti diracun," ujar Juli meniru ucapan anak bungsunya saat ditanya warga.
"Ngomongnya begitu. Dua anak ini sama ngomongnya. Jadi yang bawa dia itu pesannya semuanya sama digituin," sambung dia.
Tak hanya menculik dan mengintimidasi, pelaku yang merupakan seorang perempuan mengendarai sepeda motor tersebut juga melucuti barang berharga milik kedua korban.
"Pas kakak diturunin, kalungnya dicopot sama pelaku. Kalau kalung adiknya dicopot pas dibawa pergi lagi," jelas Juli.
Aksi pelaku yang mengenakan jaket, helm, dan masker saat membonceng kedua korban sempat terekam kamera CCTV di jalur yang dilalui. Saat ini, kedua anak telah berkumpul kembali bersama keluarga.
"Semalam sudah dilakukan olah TKP oleh kepolisian. Kami harap pelaku segera ditangkap," kata Juli.
Sebelumnya, kepolisian mengusut kasus dugaan penculikan dan perampasan kalung emas yang menimpa dua orang anak perempuan di kawasan Menceng, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu sore.
Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan, penyidik telah diturunkan ke lokasi terjadinya aksi kriminal tersebut.
"Anggota sudah ke TKP (Tempat Kejadian Perkara)," kata Rihold melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (30/9). Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Putin: Russia Siap Pasok Minyak dan Gas ke Eropa Jika Diminta
-
Jurnalis Amerika Shelly Kittleson Diculik Kelompok Bersenjata di Tengah KeramaianIrak
-
KIA Ladong Mulai Dilirik Investor, Aceh Bidik Pertumbuhan Ekonomi Baru
-
Kaltim Ngebut Hadirkan Listrik Surya untuk Desa Terpencil
-
Dari Sampah Menjadi Listrik, Program WtE Dorong Energi Terbarukan
-
Hadapi Ketegangan Global, Indonesia Dorong RCEP & CPTPP Perkuat Rantai Pasok
-
10 Film Horor Indonesia Terseram di Netflix, Siap Uji Nyali dari Rumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.