Google Rilis Gemini 4 Argon, Bisa Hasilkan 1 Juta Token Sekali Proses
Jumat, 02 Okt 2026, 17:30 WIBJAKARTA - Google DeepMind memperkenalkan Gemini 4 Argon pada 30 September sebagai model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks dalam waktu panjang. Model ini ditujukan untuk kebutuhan seperti rekayasa perangkat lunak, keamanan siber defensif, hingga pekerjaan berbasis pengetahuan di perusahaan.
Menurut Google, Gemini 4 Argon pertama kali diberikan kepada pembela keamanan siber yang telah terverifikasi melalui Program Fairwind. Setelah itu, akses akan diperluas melalui tingkatan API berbayar untuk pengembang dan pelanggan Google AI Ultra.
Untuk saat ini, Gemini 4 Argon belum tersedia bagi pengguna Gemini versi gratis. Google juga belum mengumumkan tanggal pasti untuk tahap peluncuran berikutnya.
Salah satu perubahan utama pada Gemini 4 Argon terdapat pada kemampuan menghasilkan output dalam jumlah besar. Model tersebut dapat menghasilkan hingga 1 juta token dalam satu proses, meningkat jauh dari batas 64.000 token pada generasi Gemini sebelumnya.
Kapasitas output menentukan seberapa banyak informasi yang dapat ditulis dan diproses model dalam satu respons. Dengan kapasitas yang lebih besar, model tidak harus terlalu sering mempersingkat jawaban atau membagi pekerjaan kompleks menjadi beberapa bagian.
Google memosisikan Argon untuk menangani pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan model mempertahankan konteks melalui rangkaian langkah yang panjang. Contohnya seperti melakukan audit terhadap seluruh basis kode atau menyelesaikan proyek migrasi perangkat lunak.
Penggunaan Gemini 4 Argon Secara Internal
Google menyatakan telah menggunakan Argon di berbagai tim teknik dan infrastruktur internal. Sejumlah penggunaan yang dicantumkan perusahaan meliputi:
-
Migrasi kode C dan C++ lama ke Rust, termasuk pustaka media inti dan lebih dari 800.000 baris kernel Fuchsia Zircon.
-
Optimalisasi versi Rust dari libgav1, dekoder video sumber terbuka milik Google, yang menurut perusahaan kini berjalan 2,7 kali lebih cepat dengan output yang identik.
-
Analisis telemetri armada server, ketika tim agen Argon menemukan optimasi memori yang membebaskan lebih dari 300 terabyte, dengan proyeksi penghematan hingga 1 petabyte.
Di sektor keamanan, Google mengatakan Argon juga menemukan kerentanan serius yang dapat mengekspos data sensitif dalam perangkat lunak rumah sakit yang digunakan di berbagai negara. Temuan tersebut diperoleh ketika Argon bekerja sama dengan perusahaan keamanan Wiz melalui inisiatif Scan for Good.
Menurut Google, model-model AI terdepan sebelumnya tidak mendeteksi kerentanan tersebut. Klaim tersebut menunjukkan fokus Argon tidak hanya pada pengembangan perangkat lunak, tetapi juga pada pekerjaan keamanan yang membutuhkan analisis dalam rangkaian proses panjang.
Peluncuran Gemini 4 Argon dilakukan secara bertahap karena model tersebut membutuhkan kapasitas komputasi dan pengamanan yang lebih ketat. Pembela keamanan siber yang tergabung dalam Program Fairwind menjadi kelompok yang memperoleh akses lebih awal sebelum model dibuka kepada pasar pengembang yang lebih luas.
Pengembang yang ingin membangun aplikasi menggunakan Argon nantinya akan membutuhkan tingkatan API Gemini berbayar setelah akses tersedia. Sementara itu, konsumen akan membutuhkan langganan Google AI Ultra karena paket Gemini dengan harga lebih rendah belum termasuk dalam peluncuran yang diumumkan Google.
Peluncuran Gemini 4 Argon juga hadir setelah OpenAI memperkenalkan GPT-6 Sol dan Luna pada September. Hingga saat ini, Google belum mengumumkan harga API Gemini 4 Argon maupun tanggal ketersediaannya untuk pelanggan Google AI Ultra.
- artificial intelligence (AI)
- Kecerdasan Buatan
- Gemini
- Keamanan Siber
- Google DeepMind
- Gemini AI
- Gemini 4 Argon
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
World Athletics Tetap Larang Atlet Russia, Sebastian Coe Akui Perlu Ada Solusi
-
Airlangga Pelajari Strategi Kanada Bangun Pusat Data AI, RI Siap Kejar Ketertinggalan?
-
Militer Yaman Berjibaku Rebut Kembali Pesisir Laut Merah dari Houthi
-
Keamanan Pembayaran Digital Menghadapi Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum
-
AS Sudah Buat Regulasi AI, RI Jangan Sampai Tertinggal!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.