Pemerintah Kurang Optimal Genjot Konsumsi pada 2023

Kamis, 04 Jan 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Pemerintah dinilai gagal memanfaatkan peluang untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi 2023, terutama dengan menggenjot konsumsi. Hilangnya momentum itu karena buruknya kualitas belanja negara yang menyebabkan konsumsi masyarakat rendah.

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, yang diminta pendapatnya di Jakarta, Rabu (3/1), mengatakan pemerintah sebenarnya bisa menggunakan segala instrumen untuk mendongkrak konsumsi domestik pada 2023, namun buruknya kualitas belanja membuat konsumsi masyarakat rendah.

Ket. Foto: BADIUL HADI Manajer Riset Seknas Fitra - Sebenarnya ada keterkaitan bantuan pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan konsumsi, tetapi karena harga bahan pokok (bapok) mengalami kenaikan maka itu tak efektif memperkuat daya beli. — Sumber: ISTIMEWA

Hal itu diperparah dengan kenaikan harga bahan makanan, seperti beras, minyak, dan bahan pokok lainnya.

"Sebenarnya ada keterkaitan bantuan pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan konsumsi, tetapi karena harga bahan pokok (bapok) mengalami kenaikan maka itu tak efektif memperkuat daya beli," papar Badiul.

Untuk memacu konsumsi domestik, pemerintah sebenarnya bisa mengintervensi melalui kebijakan fiskal asalkan efektif.

Lapangan Kerja

Pada kesempatan berbeda, pakar kemiskinan dari Universitas Airlangga, Surabaya, Bagong Suyanto, mengatakan belanja APBN memang harus optimal, terutama yang bersifat produktif untuk menunjang penciptaan lapangan pekerjaan dan pemerataan.

"Pertumbuhan yang kurang merata dan sering kali hanya bertumpu pada konsumsi ini bisa dibenahi kalau belanja APBN lebih produktif. Kebijakan mendorong produksi yang menyerap banyak tenaga kerja harus diutamakan, seperti untuk pertanian dan perikanan dan beberapa industri lainnya karena di situlah mayoritas tenaga kerja berada dengan begitu dampak ekonominya akan lebih terasa," kata Bagong.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE), Mohammad Faisal, menilai bahwa sebenarnya masih ada ruang optimalisasi belanja pada APBN 2023.

Menurut dia, pemerintah seharusnya dapat memaksimalkan pemanfaatan penerimaan negara guna mendorong sektor konsumsi domestik.

"Menurut saya, tahun ini tidak maksimal, intervensi dari APBN fiskal, karena sebetulnya penerimaannya kan jauh di atas target. Kalau tidak salah sekitar 110 persen dari target, tapi belanjanya hanya 95-96 persen," kata Faisal.

Realisasi sementara pendapatan negara pada APBN 2023 tercatat 2.774,3 triliun rupiah atau 112,6 persen dari target APBN 2023 atau 105,2 persen dari target Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2023.

Sementara itu, realisasi belanja pemerintah pusat tercatat sebesar 2.240,6 triliun rupiah, setara 99,7 persen dari target APBN 2023, atau 97,3 persen dari target Perpres 75/2023. Kemudian, defisit pada APBN 2023 mengalami penurunan menjadi 347,6 triliun rupiah atau 1,65 persen.

Faisal mengatakan pada 2023, Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi karena penciptaan lapangan pekerjaan yang belum pulih seperti masa prapandemi.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.