Ini Masukan dari BPS untuk Atasi Inflasi Tinggi
Rabu, 03 Jan 2024, 04:40 WIBDenpasar - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar memitigasi potensi inflasi yang tinggi, setelah melihat data inflasi Januari-Desember 2023 menunjukkan angka inflasi Kota Singaraja lebih tinggi dari target nasional.
"Kalau kita melihat penyebab inflasi kan terkait permintaan penawaran, kalau memang permintaan meningkat ya yang ditawarkan harus segera disiapkan. Kita sudah bisa melihat secara historis mau ada tahun baru contohnya Desember, wisatawan domestik dan mancanegara datang tentu permintaan akan barang tinggi," kata Statistisi Ahli Madya BPS Bali I Made Agus Adnyana.
Di Denpasar, Selasa, Agus mengumumkan bahwa berdasarkan inflasi tahun kalender ada 31 kota dari 90 kota tertentu yang inflasinya di atas tiga persen, melebihi target nasional, salah satunya Singaraja dengan 4,31 persen, yang juga masuk ke dalam jajaran lima kota dengan inflasi tertinggi lebih dari empat persen.
"Iya nasionalnya 3+1 persen jadi maksimal 4, kalau Singaraja sudah lebih dari 4 persen 2023 ini. Penyebabnya sebagian adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. itu yang mungkin diantisipasi, bagaimana caranya itu kebijakan pemda, kan barang-barang juga bisa kita lihat secara historis komoditas apa saja," ujar Agus.
Sementara itu di Bali tidak hanya Singaraja, ada Kota Denpasar yang menjadi salah satu kota terpilih, namun berdasarkan riwayat tahun kalender ibu kota Bali ini tidak masuk dalam kota-kota dengan inflasi di atas tiga persen karena BPS Bali menemukan angkanya di 2,54 persen.
Secara gabungan, terdapat lima komoditas terbesar inflasi di kota gabungan ini sepanjang tahun, diantaranya beras dengan 0,5559 persen, disusul cabai merah 0,2769 persen, emas perhiasan 0,1724 persen, cabai rawit 0,163 persen, dan perguruan tinggi 0,141 persen.
Jika dipisah, pemberi andil tertinggi di Kota Singaraja adalah beras, cabai merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, dan rokok putih. Sementara di Kota Denpasarberas, cabai merah, emas perhiasan, akademi perguruan tinggi, lalu cabai rawit.
Untuk Desember 2023 saja, angka inflasi Singaraja cukup rendah dengan 0,43 persen dan Denpasar 0,49 persen.
Untuk gabungan kedua kota pertama cabai merah dengan menyumbang inflasi 0,126 persen, diikuti angkutan udara 0,062 persen, emas dan perhiasan 0,055 persen, canang sari 0,047 persen dan cabai rawit 0,042 persen.
Sementara untuk penahan inflasi adalah tongkol diawetkan 0,023 persen, mangga 0,015 persen, pepaya 0,015 persen, ikan tongkol/ambu 0,0149 persen, dan jeruk 0,0109 persen.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sambut Libur Lebaran, Promosi Wisata Digencarkan: Barito Utara Angkat Pesona Air Terjun Jantur Doyam
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Mulai Sistem Jatah Hingga Pengurangan Hari Kerja, Negara-negara Asia Tempuh Langkah Darurat Hadapi Kenaikan Harga Minyak karena Perang Iran
-
BPS: Ekonomi Q1-2026 Tumbuh 5,61% Ditopang Konsumsi
-
Wakil Ketua Komisi VI DPR Menyatakan Stok BBM Aman karena Indonesia Punya Sumber Minyak Baru
-
Instruksi Langsung Presiden Prabowo: Bekasi Raya Segera 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Mulai Maret
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.