Menlu AS dan Filipina Dorong Hubungan Lebih Kuat
📅 Sabtu, 30 Des 2023, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
MANILA - Kementerian Luar Negeri Filipina pada Kamis (28/12) mengumumkan bahwa para diplomat utama Amerika Serikat (AS) dan Filipina telah membahas peluang penting untuk lebih memperkuat aliansi lama mereka tahun depan.
"Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dan mitranya dari Filipina, Enrique Manalo, membahas aliansi kuat kedua negara selama percakapan sambungan telepon pada Kamis waktu Manila," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
"Menlu Blinken dan Menlu Manalo juga bertukar pikiran tentang bagaimana memperkuat kerja sama AS-Filipina di tahun mendatang, berdasarkan kunjungan kerja resmi Presiden Ferdinand Marcos Jr ke Washington DC pada Mei lalu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, dalam sebuah pernyataan.
"Kedua menlu tersebut juga membahas upaya bagi mengatasi ketegangan Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang sedang berlangsung," kata Kementerian Luar Negeri AS seraya menambahkan bahwa Menlu Blinken menggarisbawahi komitmen kuat AS terhadap perjanjian pertahanannya dengan Filipina.
Sementara itu Menlu Manalo mengatakan Manila berkepentingan untuk melindungi kedaulatan, hak kedaulatan dan yurisdiksinya sambil menjaga perdamaian dan keamanan serta menegakkan tatanan internasional berdasarkan aturan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Percakapan antara para diplomat utama tersebut terjadi sepekan setelah Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, juga berbicara dengan Menlu Manalo melalui sambungan telepon dan memperingatkan soal kesulitan serius dalam hubungan antara Beijing dan Manila.
Ketegangan antara Tiongkok dan Filipina semakin meningkat dengan kapal-kapal kedua negara beberapa kali bentrok di LTS dalam beberapa bulan terakhir.
Dukung Marcos Jr
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu sebuah jajak pendapat menyatakan bahwa mayoritas warga Filipina mendukung sikap Presiden Marcos Jr terhadap Tiongkok dalam isu sengketa maritim. "Mayoritas warga Filipina mendukung sikap tegas Presiden Marcos Jr dalam menangani Beijing mengenai masalah LTS," lapor survei yang dirilis pada Kamis.
Survei yang diadakan dari tanggal 30 September hingga 4 Oktober menunjukkan bahwa peringkat persetujuan Marcos Jr sebesar 58 persen melonjak 15 poin dari Juli ketika lembaga jajak pendapat di Manila, OCTA Research Group, melakukan jajak pendapat sebelumnya.
"Ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 15 poin dari 43 persen yang tercatat pada kuartal kedua," kata lembaga jajak pendapat tersebut dalam laporannya yang mensurvei 1.200 orang mengenai pendapat mereka mengenai kebijakan Presiden Marcos Jr dalam menangani LTS.
Periode survei terakhir ini bertepatan dengan laporan mengenai dugaan pelecehan yang dilakukan Penjaga Pantai Tiongkok terhadap kapal-kapal Filipina yang mengirimkan perbekalan kepada pasukan di pos militer mereka di Beting Ayungin (Second Thomas Shoal) di LTS.
Mayoritas besar warga Filipina yang disurvei untuk jajak pendapat OCTA terbaru mengatakan mereka menyukai pendekatan ganda yaitu diplomasi dan aksi militer dalam menegaskan hak teritorial Manila di LTS.RFA/Bloomberg/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!