Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tenaga Ahli Kemenpora nilai penyebutan pemain naturalisasi tak relevan

📅 Jumat, 22 Des 2023, 22:52 WIB | Oleh:
Tenaga Ahli Kemenpora nilai penyebutan pemain naturalisasi tak relevan Doc: ANTARA/HO-PSSI Pers
Ket. Tenaga Ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bidang Diaspora dan Kepemudaan Hamdan Hamidan saat dalam diskusi PSSI Pers bertajuk "Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi?" di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

Jakarta - Tenaga Ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bidang Diaspora dan Kepemudaan Hamdan Hamidan menilai penyebutan pemain naturalisasi tak relevan.

"Naturalisasi ini kata benda, yaitu proses hukum yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah status kewarganegaraannya dari WNA menjadi WNI. Jadi frasa pemain naturalisasi itu sebetulnya tidak tepat karena belum eligible, masih proses," kata Hamdan Hamedan dalam diskusi PSSI Pers bertajuk "Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi?" di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis.

"Tetapi ketika seseorang itu sudah berhasil dinaturalisasi, disumpah dan menandatangani sumpah, maka dia sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan mempunyai kesamaan dalam hukum dan pemerintahan," imbuh Hamdan.



Hamdan menguraikan bahwa para atlet yang akan dinaturalisasi saat ini oleh Kemenpora merupakan atlet-atlet yang menjadi diaspora merujuk pada Perpres 76 tahun 2017 tentang masyarakat Indonesia yang di luar negeri dan Kongres Diaspora Indonesia tahun 2002.

"Pertama adalah warga negara Indonesia di luar negeri. Berapa lama? Kementerian Luar Negeri mengatakan setidaknya dua tahun. Lalu kedua adalah mantan warga negara Indonesia. Ketiga adalah keturunan dari WNI dan mantan WNI. Jadi ini jargon diaspora yang sering kita sebut inilah kurang lebih definisinya," ungkap Hamdan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mengungkapkan proses naturalisasi atlet diaspora merupakan komitmen pemerintah untuk memberikan kesamaan hak.

"Jadi ini (naturalisasi diaspora) adalah langkah kami memberikan hak yang sama. Karena (atlet) diaspora yang memang orang tuanya Indonesia, namun lahirnya di luar, itu kan memiliki hak yang sama harusnya. Jadi yang pasti pembinaan lokal kita fokus, tidak akan hilang, memang kita (akan) padukan dengan potensi atlet diaspora," kata Menpora Dito Ariotedjo

Ke depannya Kemenpora juga akan melakukan percepatan atau akselerasi database atlet diaspora khususnya di cabang olahraga renang dan atletik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.