- Home
-
- Luar Negeri
-
- WHO Klasifikasikan Virus K...
WHO Klasifikasikan Virus Korona JN.1 Tak Timbulkan Banyak Ancaman
Kamis, 21 Des 2023, 00:00 WIBJENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organization (WHO), pada Selasa (19/12), mengklasifikasikan jenis virus korona, JN.1 sebagai "varian yang menarik". Virus tersebut tidak menimbulkan banyak ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
"Berdasarkan bukti yang ada, tambahan risiko kesehatan masyarakat global yang ditimbulkan oleh JN.1 saat ini dinilai rendah," ujarnya.
Dikutip dari The Straits Times, JN.1 sebelumnya diklasifikasikan sebagai varian minat sebagai bagian dari garis keturunan induknya BA.2.86.
Badan PBB tersebut mengatakan vaksin yang ada saat ini terus memberikan perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian akibat JN.1 dan varian virus Covid-19 lain yang beredar.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atauCenters for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, awal bulan ini mengatakan subvarian JN.1 diperkirakan terkait dengan 15 persen hingga 29 persen kasus Covid-19di negara itu.
"Saat ini tidak ada bukti bahwa JN.1 menimbulkan peningkatan risiko terhadap kesehatan masyarakat dibandingkan varian lain yang beredar saat ini dan suntikan yang diperbarui dapat membuat orang Amerika terlindungi dari varian tersebut," kata CDC, yang pertama kali mendeteksi JN.1 di AS pada bulan September.
Adapun Tiongkok pada pekan lalu telah mendeteksi tujuh infeksi subvarian Covid-19.
Atasi Lonjakan
Sementara itu, pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang juga epidemilog Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono, memberikan tips untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur akhir tahun.
"Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati, dan perlu dilakukan sebelum wabah besar kembali terjadi," kata Miko.
Menurut dia, protokol kesehatan adalah kunci dalam pencegahan Covid-19. Dengan melakukan protokol kesehatan yang tidak setengah-setengah, artinya dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, maka upaya pencegahan Covid-19 dapat berjalan dengan efektif. Walaupun tidak 100 persen, tetapi protokol kesehatan tersebut dapat menghindari peningkatan kasus Covid-19 dengan baik.
"Demi mengurangi kemungkinan penularan kasus, menjaga jarak dan menggunakan masker merupakan suatu keharusan, baik di tempat pariwisata, penginapan, restoran, atau tempat umum lainnya," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Liga Champions: Tottenham Dihantui Masa Lalu Saat Bertandang ke Markas Atletico
-
Tinjau Langsung Infrastruktur, AHY Usulkan Pelebaran Jalan Menuju Bandara Singkawang Senilai Rp50 Miliar
-
Krisis Energi Global, Bank Sentral Asia Terjepit
-
Promo Tol Makassar 2026: Cashback 50% dan Transaksi Nontunai via NITA & Bayarind
-
Microchip Luncurkan Solusi SiP Canggih untuk Dashboard Digital Otomotif
-
Danrem 152/Baabullah Resmi Tutup TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai
-
Polres Bekasi Kota: Empat Orang Tewas akibat Longsor TPST Bantargebang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.