Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti Kembangkan Teknologi Cetak 3D untuk Transplantasi Organ

📅 Selasa, 19 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Peneliti Kembangkan Teknologi Cetak 3D untuk Transplantasi Organ Doc: Fox5news
Ket. Ilustasi jantung buatan hasil dengan printer 3D

SINGAPURA - Transplantasi berbagai organ tubuh manusia dengan lebih mudah mungkin tidak lama lagi akan menjadi kenyataan, dengan upaya para peneliti Singapura mengembangkan jaringan buatan manusia yang dapat dicetak sesuai permintaan.

Dikutip dari The Straits Times, langkah ini adalah masa depan di mana kulit atau bagian tubuh baru dapat langsung dicetak pada pasien dalam hitungan menit menggunakan printer 3D, dan bahkan bahan bio untuk meniru kulit manusia berdasarkan desain digital yang dibuat di komputer.

Singapore Centre for 3D Printing (SC3DP) di Nanyang Technological University (NTU) bergabung dengan sekelompok peneliti di seluruh dunia yang mengejar cawan suci dalam teknologi transplantasi. Uji coba pada hewan di pusat tersebut menemukan sel-sel yang dicetak 3D dari pusat tersebut mampu beregenerasi menjadi tulang baru, sehingga membuka jalan untuk digunakan pada manusia di masa depan.

"Pusat tersebut menggunakan teknologi pencetakan 3D untuk membuat sel hidup untuk rekayasa jaringan, yang ditargetkan menjadi alternatif transplantasi organ," kata NTU dalam video tentang penelitiannya, baru-baru ini.

Setiap tahun, ribuan orang dalam daftar tunggu untuk mendapatkan organ milik donor yang meninggal karena kekurangan organ yang sesuai. "Bio-printing dapat mengatasi masalah ini dengan menciptakan tisu sesuai permintaan," kata NTU.

Bio-printing melibatkan pemindaian tubuh pasien untuk membuat model digital dari jaringan yang akan direplikasi.

"Komputer memungkinkan kita menampilkan semua kompleksitas yang ditemukan di jaringan manusia, seperti saluran oksigen dan folikel rambut," ujar Direktur SC3DP, Paulo Bartolo.

Dicampur Zat Khusus

Dia menjelaskan sel yang diambil dari jaringan pasien dicampur dengan zat khusus seperti gel yang dapat terbiodegradasi untuk pencetakan 3D, yang disebut Bio-tinta, dan kemudian dicetak lapis demi lapis untuk membentuk struktur organ.

"Sel manusia juga dapat ditanam pada bahan yang dapat terbiodegradasi, yang bertindak sebagai perancah bagi sel manusia untuk tumbuh dan memudar seiring berjalannya waktu sehingga sel pasien yang beregenerasi dapat mengambil bentuknya," kata Bartolo.

Timnya telah mendemonstrasikan kemampuan metode ini untuk menginduksi pembentukan tulang di sekitar perancah cetakan 3D pada tikus, menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk diterapkan pada manusia, tapi ini masih lama.

Menurut Bartolo, teknologi bio-printing juga membuka pintu bagi pengujian pemberian obat karena memungkinkan peneliti mengamati bagaimana jaringan pasien bereaksi terhadap zat tanpa membahayakan manusia.

Didirikan pada tahun 2014, pusat penelitian pencetakan 3D NTU melakukan studi di bidang manufaktur aditif untuk bidang-bidang, seperti konstruksi, ilmu pangan, dan pada tahun 2022, bio-printing.

Perusahaan ini meluncurkan kemitraan resmi dengan Singapore General Hospital (SGH) pada tanggal 4 Desember untuk memajukan penggunaan pencetakan 3D di titik perawatan dalam layanan kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

40 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.