- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB: Sepertiga Penduduk My...
PBB: Sepertiga Penduduk Myanmar Butuh Bantuan Kemanusiaan
Selasa, 19 Des 2023, 11:23 WIBWASHINGTON - Dengan menyoroti situasi kemanusiaan yang "suram" di Myanmar, seorang pejabat PBB pada Senin (18/12) mengatakan sepertiga penduduk negara Asia tersebut membutuhkan bantuan kemanusiaan.
PBB bersama mitra kemanusiaannya telah merilis Rencana Kebutuhan Kemanusiaan dan Respons 2024 untuk Myanmar. Rencana tersebut mengulas gambaran suram situasi kemanusiaan di negara tersebut hingga tiga tahun setelah pengambilalihankekuasaan oleh pihak militer.
"Sepertiga penduduk atau 18,6 juta orang - membutuhkan bantuan kemanusiaan. Jumlah ini satu juta lebih banyak dibanding tahun lalu dan hampir 19 kali lipat dari jumlah orang yang membutuhkan bantuan sebelum pengambilalihan militer," kata juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric kepada awak media.
"Anak-anak menanggung beban krisis," katanya.
Dia menyebutkan pula bahwa sekitar enam juta di antaranya membutuhkan bantuan karena harus mengungsi, layanan kesehatan dan pendidikan yang terganggu, kerawanan pangan dan malnutrisi serta risiko perlindungan.
Kaum perempuan, anak perempuan, penyandang disabilitas dan warga Rohingya "merupakan kelompok yang paling terdampak akibat lingkungan yang berbahaya ini," katanya.
"Dalam menghadapi lonjakan kebutuhan, lembaga-lembaga kemanusiaan telah memprioritaskan 5,3 juta orang supaya mendapatkan bantuan mendesak pada 2024, dan itu membutuhkan 994 juta dolar AS (sekitar Rp15,4 triliun)," katanya.
Pada 2017, militer Myanmar meluncurkan operasi kekerasan terhadap warga Rohingya di Negara Bagian Rakhine utara yang disebut sebagai genosida oleh kelompok-kelompok HAM.
Hampir 1,2 juta warga Rohingya terpaksa mengungsi ke negara tetangga Bangladesh, di mana mereka tinggal di kamp pengungsi penuh sesak selama bertahun-tahun.
Seusai kudeta Myanmar 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis, militer Myanmar melakukan "penindasan brutal massal" terhadap jutaan orang yang menentang pemerintahan mereka.
- Pengungsi Rohingya
- myanmar
- Aung San Suu Kyi
- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
- Bantuan Kemanusiaan
- Krisis Myanmar
- United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Komisi I DPR Dukung Pemerintah Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
-
Junta Bebaskan Mantan Presiden Sekutu Utama Aung San Suu Kyi
-
Hotel Ciputra Jakarta Resmi Menerima Sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Ctrip
-
Krisis Sudan Kian Memburuk, Dunia Tidak Boleh Berpaling
-
PLN Prediksi Konsumsi Listrik Jakarta Turun Saat Lebaran
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.