Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Gembira, Menkes Sebut RI Terima Rp11,4 Triliun Hibah Kesehatan dari Mitra Global

📅 Senin, 18 Des 2023, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Menkes Sebut RI Terima Rp11,4 Triliun Hibah Kesehatan dari Mitra Global Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Tangkapan layar - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan pemaparan dalam agenda Indonesia Health Partners Meeting di Bali, Senin (18/12/2023).

Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan komitmen dana hibah sektor kesehatan Indonesia yang didapat dari berbagai mitra global sepanjang kurun 2021--2025 mencapai Rp11,4 triliun.

Laporan itu disampaikan Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan pemaparan dalam agenda Indonesia Health Partners Meeting di Bali, Senin.

"Anda dapat melihat bahwa Indonesia menerima hampir lebih dari Rp11 triliun. Ini pertama kalinya saya mengulas secara pribadi apa saja angkanya, karena saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda semua yang telah berjasa untuk Indonesia," katanya diikuti secara daring dari Jakarta.

Budi mengatakan komitmen tersebut diraih tidak hanya selama masa pandemi COVID-19 yang bergulir sejak tiga tahun terakhir, tapi diharapkan berlanjut hingga 2025.

Dalam bahan pemaparannya ditampilkan sejumlah mitra global yang berkontribusi pada dana hibah sektor kesehatan di Indonesia.

Dana hibah terbesar dilaporkan Budi berasal dari Global Fund sebagai lembaga keuangan internasional yang berdedikasi mengumpulkan dan menyalurkan dana untuk program penanggulangan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Total dana hibah yang digelontorkan mencapai 42,1 persen.

Berikutnya adalah Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) sebesar 33,2 persen. Kemudian UNICEF sebesar 4,3 persen.

Sebesar 3,9 persen dana hibah juga diterima Indonesia dari organisasi internasional untuk peningkatan akses terhadap vaksin bernama GAVI.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) juga berkontribusi menggelontorkan hibah untuk Indonesia mencapai 2,4 persen. Kemudian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 2 persen, dan Pemerintah Jepang sebesar 2 persen.

Sedangkan sisanya berasal dari pihak lain yang dibukukan mencapai 9,9 persen.

Budi mengatakan dana tersebut selaras dengan rencana Transformasi Kesehatan di Indonesia yang menyasar layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.

Pemanfaatan dana hibah terbesar digunakan untuk upaya penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC) sesuai dengan pilar transformasi di layanan primer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.