Paus Serukan Perjanjian Global untuk Atur Kecerdasan Buatan

Sabtu, 16 Des 2023, 00:02 WIB

VATIKAN - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, pada Kamis (14/12), menyerukan para pemimpin dunia untuk mengadopsi perjanjian global mengenai penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memastikan digunakan dengan cara yang etis.

Dikutip dari Barron, Paus Fransiskus menyampaikan permohonan tersebut dalam pesan enam halaman yang diterbitkan menjelang Hari Perdamaian Gereja Katolik Sedunia pada tanggal 1 Januari 2024, yang tahun ini difokuskan pada tema AI.

Ket. Foto: Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus — Sumber: TIZIANA FABI/AFP

Sambil menyambut kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah mengurangi penderitaan manusia, Paus Fransiskus memperingatkan beberapa penemuan mempunyai efek menyerahkan banyak pilihan ke tangan manusia.

"Termasuk beberapa yang mungkin menimbulkan risiko bagi kelangsungan hidup kita dan membahayakan rumah kita bersama," katanya.

Ia menyoroti bahaya penggunaan AI, termasuk disinformasi dan campur tangan dalam pemilu, dan juga dalam pengambilan keputusan, mulai dari pembayaran jaminan sosial hingga lokasi sasaran senjata, yang tanggung jawabnya menjadi kabur. "Dalam upaya mencapai kebebasan absolut, kita berisiko terjerumus ke dalam spiral kediktatoran teknologi," tulisnya.

Dia memperingatkan mereka yang merancang algoritma dan teknologi digital tidak dapat diasumsikan ingin bertindak secara etis dan bertanggung jawab.

Sebaliknya, ia menyerukan perjanjian internasional yang mengikat untuk mengatur pengembangan dan penggunaan AI, dengan tujuan mencegah bahaya dan berbagi praktik yang baik. "Perkembangan teknologi yang tidak mengarah pada peningkatan kualitas hidup seluruh umat manusia, namun malah memperburuk kesenjangan dan konflik, tidak pernah bisa dianggap sebagai kemajuan sejati," tulisnya.

Kekhawatiran terhadap AI telah meningkat sejak Chatbot ChatGPT, gerbang pasar massal menuju AI generatif, muncul pada akhir tahun 2022.

Menyusun UU

Uni Eropa sedang menyusun undang-undang yang luas yang mencakup sektor ini, sementara undang-undang Tiongkok yang secara khusus mengatur AI generatif mulai berlaku pada bulan Agustus tahun ini. Presiden AS, Joe Biden, mengeluarkan perintah eksekutif mengenai standar keamanan AI pada bulan Oktober.

Paus Fransiskus sendiri telah menjadi subjek dari beberapa gambar yang dihasilkan AI, termasuk salah satu yang menjadi viral, menunjukkan dia mengenakan mantel puffer putih besar dengan salib besar tergantung di atasnya.

Sementara itu, Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan Amerika Serikat atau Financial Stability Oversight Council (FSOC), pada Kamis (14/12), melaporkan, mereka telah mengidentifikasi penggunaan AI sebagai kerentanan dalam sistem keuangan untuk pertama kalinya.

"Ada kebutuhan untuk memantau perkembangan pesat AI, termasuk AI generatif, untuk memastikan bahwa struktur pengawasan mampu mengimbangi atau tetap berada di depan risiko yang muncul terhadap sistem keuangan," kata FSOC laporan tahunannya.

Perangkat lunak AI generatif dapat dengan cepat menghasilkan teks, gambar, dan audio dari perintah sederhana dalam bahasa sehari-hari. "Ketika lembaga keuangan terus mengevaluasi dan mengadopsi teknologi inovatif, penggunaan AI dapat meningkat," kata Menteri Keuangan, Janet Yellen, yang mengetuai dewan tersebut.

"Mendukung inovasi yang bertanggung jawab di bidang ini dapat memungkinkan sistem keuangan memperoleh manfaat seperti peningkatan efisiensi, namun ada juga prinsip dan aturan untuk manajemen risiko yang harus diterapkan," tambahnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.