Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Masalah Cabai dari Hulu hingga Hilir

📅 Jumat, 15 Des 2023, 10:53 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Atasi Masalah Cabai dari Hulu hingga Hilir Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah tak kunjung mencari jalan keluar mengendalikan lonjakan harga cabai yang terus berulang tiap tahun. Jika serius, semestinya regulator sudah bisa mengatasinya karena sudah paham akar masalahnya.

Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan masalah cabai sebenarnya fenomena berulang, karena setiap setahun minimal sekali pasti ada kenaikan harganya.

"Yang saya heran, pemerintah tidak juga bisa memberi solusi. Kenaikan harga cabai pasti berulang. Padahal kalau mau, pemerintah bisa melakukan mitigasi agar harga cabai tidak naik dan terus stabil," tegasnya kepada Koran Jakarta, Kamis (14/12).

Pertama, kata Esther, teknologi pertanian perlu dimanfaatkan untuk meminimalkan fenomena alam yang mengganggu produksi cabai. Kedua, teknologi pascapanen digunakan agar cabai bisa awet, misalnya awet setahun, sehingga tetap bisa mensuplai cabai di pasaran.

"Ketiga, teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan volume produksi agar panen berlimpah dan sepanjang waktu," ujarnya.

Adapun keempat, perlu diatur distribusi cabai dan tata niaganya sehingga tidak ada yang mengambil keuntungan dengan menaikkan harga pada saat cabai langka di pasar.

Dari Yogyakarta, Peneliti Mubiyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan kenaikan harga cabai berkaitan dengan penurunan pasokan karena faktor cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.

"Tetapi menjadi struktural karena selalu terjadi sehingga perlu inovasi produksi, perbaikan rantai pasok dan tata niaga," tegasnya.

Dia mendorong agar secara khusus perlu didorong koperasi multipihak untuk sejumlah komoditas pertanian, termasuk cabai.

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan produksi cabai sangat dipengaruhi musim dan cuaca. "Untuk sekarang pun di sisi produksi juga banyak serangan hama dan penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebarkan lewat kutu," ucapnya.

Dalam kunjungannya ke Pasar Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (13/12), Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendapatkan harga cabai masih tinggi kendatipun secara umum harga bahan pokok (bapok) stabil menjelang Natal dan Tahun Baru 2024.

Mendag mengatakan hanya cabai merah keriting yang naik 9,09 persen dari 110.000 rupiah/kilogram (kg) menjadi 120.000 rupiah/ kg, dan cabai rawit merah naik 20 persen menjadi 120.000 rupiah/kg.

"Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh iklim. Hasil panennya tidak lebih banyak dari kebutuhan jadi mengalami kenaikan. Harga cabai bisa disubsidi pemerintah daerah biaya transportasinya dengan dana belanja tak terduga (BTT) agar harganya bisa tidak lebih dari 96.000 rupiah/kg," ungkap Mendag.

Tingkatkan Produksi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.