Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Mentah Naik karena Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah

📅 Kamis, 14 Des 2023, 10:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Naik karena Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah Doc: CNA/REUTERS/Agustin Marcarian
Ket. Dongkrak pompa minyak terlihat di deposit minyak dan gas serpih Vaca Muerta di provinsi Patagonian, Neuquen, Argentina, 21 Januari 2019.

SINGAPURA - Harga minyak naik di awal perdagangan Asia pada Kamis (14/12), memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya menyusul penarikan mingguan yang lebih besar dari perkiraan dari penyimpanan minyak mentah AS dan sinyal dari Federal Reserve AS akan mulai menurunkan biaya pinjaman pada 2024.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya pinjaman konsumen, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak. Berita tersebut juga membuat dollar melemah, sehingga harga minyak menjadi lebih murah bagi pembeli asing.

Minyak Brent berjangka naik 46 sen, atau 0,6 persen, menjadi menetap di 74,72 dollar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 48 sen, atau 0,7 persen, menjadi menetap di 69,95 dollar AS.

Pasar menguat pada sesi terakhir di tengah kekhawatiran mengenai keamanan pasokan minyak Timur Tengah setelah serangan kapal tanker di Laut Merah.

Sebuah kapal tanker di Laut Merah lepas pantai Yaman ditembaki oleh orang-orang bersenjata di sebuah speedboat dan menjadi sasaran rudal, insiden terbaru yang mengancam jalur pelayaran setelah pasukan Houthi Yaman memperingatkan kapal-kapal tersebut untuk tidak melakukan perjalanan ke Israel.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan perusahaan-perusahaan energi menarik cadangan minyak mentah sebanyak 4,3 juta barel lebih besar dari perkiraan selama pekan yang berakhir 8 Desember karena penurunan impor.

Dalam laporan bulanannya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyalahkan penurunan harga minyak mentah terbaru akibat "kekhawatiran berlebihan" terhadap pertumbuhan permintaan minyak.

Kontrak berjangka Brent telah turun sekitar 10 persen sejak OPEC+ mengumumkan putaran baru pengurangan produksi pada 30 November. OPEC+ mencakup OPEC dan sekutunya seperti Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.