Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usai Gempa Terjadi, Relawan Harus Fokus agar Anak Melupakan Trauma

📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usai Gempa Terjadi, Relawan Harus Fokus agar Anak Melupakan Trauma Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Tangkapan layar Sekretaris Satgas Bencana IDAI Dimas Dwi Saputro memberikan paparan saat diskusi daring bertajuk “Antisipasi Permasalahan Kesehatan Anak Pada Situasi Gempa Bumi” di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Jakarta - Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Bencana Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)Dimas Dwi Saputro mengatakan relawan harus fokus pada upaya membuat anak-anak segera melupakan kesedihan yang dialami saat bencana gempa bumi agar trauma tidak berkelanjutan.

"'Trauma healing' (penyembuhan dari trauma) itu sangat penting pada anak-anak pascabencana gempa bumi," katanya dalam diskusi daring bertajuk "Antisipasi Permasalahan Kesehatan Anak Pada Situasi Gempa Bumi" di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakanpendekatan terhadap penyembuhan dari trauma dapat bervariasi, tergantung pada tahapan waktu penanganan.

"Jika dilakukan dalam 72 jam pertama setelah bencana, tekniknya berbeda dengan penanganan pada tujuh hingga 14 hari setelah kejadian. Tujuan utamanya adalah membuat anak-anak segera melupakan pengalaman traumatis mereka," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, konsep bermain dan belajar harus ditanamkan dalam proses penyembuhan trauma.

"Sunatullah anak-anak itu adalah bermain dan belajar," kata Dimas.

Dia mengatakan relawan harus memiliki keterampilan khusus yang terkait dengan usia anak-anak dan waktu setelah bencana.

Dia menjelaskan mereka harus tahu cara terbaik menghadapi reaksi anak-anak dalam kurun waktu tertentu dan menggunakan permainan yang sesuai untuk mengatasi dampak gempa bumi atau bencana lainnya.

Dia menilai proses penyembuhan trauma lebih mudah untuk anak-anak dibandingkan dengan remaja.

Remaja, kata dia, memiliki lebih banyak pertimbangandan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi bekas trauma tersebut.

Kendati demikian, dia menyatakan,berbagai upaya harus dilakukan untuk menghilangkan bekas trauma itu sejauh mungkin sehingga tidak membekas sampai denganmereka dewasa.

"Jadi bagaimana kenangan buruk itu kita alihkan dengan belajar dan bermain melalui 'trauma healing' tadidan kira-kira sejauh ini kita melihat pendekatan-pendekatan yang dilakukan kalau sesuai pas waktunya dan pas usianya maka akan membuat trauma itu tidak berkelanjutan," kata Dimas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.