Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Landasan Satelit Lepas Pantai Jadi Solusi Kepadatan Jadwal Peluncuran

📅 Selasa, 12 Des 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Karena bersifatmobile, peluncuran antariksa lepas pantai (secara teoritis) dapat bergerak jika kondisi cuaca berubah buruk, dan memungkinkan peluncuran untuk dilanjutkan.

Landasan peluncuran di darat tidak dapat melakukan hal tersebut, dan cenderung bergantung pada kondisi cuaca yang baik. Pakar peluncuran antariksa lepas pantai seperti Marotta atau Alain Pajonk, manajer proyek Aliansi Peluncuran Antariksa Lepas Pantai Jerman (German Offshore Spaceport Alliance/GOSA), mengatakan peluncuran laut tidak memerlukan parit pembuangan asap dan itu membuatnya lebihmobile.

Peluncuran antariksa lepas pantai memang membuat orang bertanya-tanya apakah roket yang diluncurkan di laut akan mendidihkan lautan atau membahayakan kehidupan laut. Mesin roket menghasilkan panas ribuan Kelvin (1.000 Kelvin = 726,85 derajat Celsius, atau sekitar 1.340 Fahrenheit).

Pajonk mengatakan pertimbangan itu tidak relevan. "Kita berbicara tentang beberapa detik, setelah itu kendaraan peluncuran Anda sudah berada pada jarak 700 meter. Hampir tidak ada interaksi dengan air laut. Akan ada sejumlah gas buang dan bahan kimia dari pembakaran, tetapi jumlahnya tidak relevan bagi lingkungan," tutur dia.

Menurut Pajonk, peluncuran antariksa lepas pantai juga harus melayani lebih dari satu jenis roket. Landasan peluncuran di darat cenderung dibangun untuk satu kendaraan peluncur yang spesifik dan seringkali berat, seperti Falcon 9 milik SpaceX, New Glenn milik Blue Origin, atau Ariane 5 dan 6 milik Eropa.

"Anda memerlukan landasan baru untuk kendaraan peluncuran baru dan kami tidak melihat landasan yang dibuat untuk beberapa jenis kendaraan peluncuran," kata Pajonk, yang merencanakan pembangunan peluncuran antariksa di Laut Utara.

Baik Pajonk maupun Marotta mengatakan sebagian besar permintaan komersial saat ini adalah peluncuran satelit kecil dengan roket yang lebih kecil, seperti Vega milik Eropa, Electron milik Rocket Lab, atau Alpha Firefly. Namun memperbaiki berbagai jenis roket di satu tempat mungkin lebih sulit daripada kedengarannya.

"Gagasan bahwa setiap landasan peluncuran, di laut atau di darat, dapat menampung beberapa wahana peluncur yang berbeda secara teori baik-baik saja, namun kenyataannya tidak berhasil," kata Malcolm Macdonald, seorang profesor teknik satelit di Universitas Strathclyde, Glasgow.

"Itu adalah rencana untuk Shetland dan Sutherland (peluncuran antariksa di Inggris), namun keduanya akhirnya mengembangkan landasan untuk setiap kendaraan yang berbeda karena masing-masing memiliki persyaratan yang sedikit berbeda, jadi saya perkirakan sistem peluncuran laut di masa depan akan berakhir pada posisi yang sama," kata dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.