Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemda Diminta Subsidi Ongkos Kirim Cabai

📅 Selasa, 05 Des 2023, 10:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemda Diminta Subsidi Ongkos Kirim Cabai Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Kenaikan harga cabai harus secepatnya dikendalikan guna menekan kenaikan inflasi. Karenanya, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengerem lonjakan harga bahan pokok (bapok), termasuk mendorong pemerintah daerah (Pemda) memberikan insentif.

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan menyampaikan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membantu menekan harga bapok seperti cabai adalah melalui subsidi ongkos kirim. Menurutnya, pemda dapat menyubsidi ongkos kirim jika ada pengiriman dalam jumlah besar

"Tadi kita juga minta kalau banyak, nanti angkutnya itu bisa disubsidi pemerintah daerah," kata Mendag Zulkifli saat meninjau pasar Johar Baru di Jakarta, Senin (4/12).

Dia mengatakan pemerintah terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal tersebut ditempuh dengan cara mengintensifkan pemantauan ketersediaan dan stabilisasi harga bapok.

Menurutnya, harga bapok saat ini terpantau stabil, meskipun ada sebagian masih di kisaran atas. "Jadi, semua masih stabil. Beras juga stabil tapi tinggi, belum turun. Hanya, memang cabai. Kita terus cari jalan agar cabai ini bisa diatasi karena akan berpengaruh kepada inflasi, meskipun memang setiap Desember seperti itu," kata Mendag.

Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember 2023 sebesar 131,2 atau lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong periode Nataru, libur akhir tahun dan sekolah, serta kecenderungan konsumsi yang meningkat. Kondisi ini sesuai pola musiman. Pada November 2023, inflasi secara bulanan (mtm) tercatat 0,38 persen. Inflasi secara tahunan (yoy) pada November 2023 sebesar 2,86 persen.

Dalam pantauan di Pasar Johar Baru, awak pekan ini, terpantau komoditas bapok dengan harga stabil antara lain beras medium 14.000 rupiah/ kilogram (kg), beras premium 15.000 rupiah/ kg, minyak goreng curah 13.500 rupiah/ liter (di bawah harga eceran tinggi 14.000 rupiah/ liter), daging sapi 150.000 rupiah/ kg, daging ayam ras 36.000 rupiah/ kg (di bawah harga acuan Rp36.750/kg), telur ayam ras 28.000 rupiah/ kg, cabai merah besar 80.000 rupiah/ kg, bawang merah 32.000 rupiah/ kg (di bawah harga acuan 41.500 rupiah/ kg), dan bawang putih 35.000 rupiah/ kg.

Produksi Terjaga

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto menyatakan produksi cabai saat ini masih dalam level aman jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi. "Dengan turunnya hujan, para petani akan kembali menanam, dan produksi cabai diprediksi surplus untuk tahun ini meskipun bulanan bisa mengalami fluktuasi yang bersifat musiman," ucapnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Harris Turino meminta Kemendag mengantisipasi kenaikan inflasi pada akhir 2023. Dia menyebut, pada akhir tahun ini sudah terjadi perubahan tren inflasi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Harris merinci, pada beberapa tahun sebelumnya, selama Juli-September biasanya terjadi fenomena deflasi dan pada November akan diikuti inflasi yang mulai naik. Namun, fenomena tersebut dinilai cukup berbeda dengan yang terjadi pada tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.