Bulog Harus Hentikan Impor
📅 Senin, 04 Des 2023, 10:27 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merotasi pucuk pimpinan Bulog. Bayu Krisnamurthi ditunjuk menjadi Direktur Utama Bulog menggantikan Budi Waseso yang digeser menjadi Komisaris Utama PT Semen Indonesia Tbk.
Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti, meminta Dirut Bulog ke depan memprioritaskan hasil produksi ketimbang impor. Tahun ini, impor beras sekitar 3,5 juta ton, sebagiannya digunakan untuk program bantuan pangan.
"Minimal 50 persen beras bulog harus berasal dari produksi petani Indonesia bukan dari impor," tegas Esther kepada Koran Jakarta, Minggu (3/12).
Esther mengakui langkah ini memang memiliki konsekuensinya. "Impor beras berkurang artinya tidak ada penikmat rent seeker (pemburu rente) yang biasanya digunakan untuk dana non budgeted," ungkap Esther seraya menyindir para penikmat impor.
Dia menegaskan Bulog harus terus memperbaiki dan memperbarui data konsumsi beras dan penerima beras subsidi. Kalau perlu datanya real time.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, pemerintah harus mengamankan stok beras sehingga harga beras stabil dan terjangkau oleh masyakarat kalangan bawah.
"Kedua, menjaga kualitas beras Bulog agar tetap baik karena ada kesan beras Bulog mutunya tidak bagus," ujarnya.
Seperti dketahui, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat Bayu Krisnamurthi yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog menjadi Direktur Utama Perum Bulog menggantikan Budi Waseso (Buwas) melalui Surat Keputusan Menteri BUMN nomor
Sebaiknya Anda baca juga:
SK-341/MBU/12/2023 tertanggal 1 Desember 2023.
Pergantian ini menarik, sebab Buwas baru terpilih kembali menjadi Dirut Bulog pada April 2023 untuk periode keduanya. Dalam surat keputusan tersebut Kementerian BUMN juga menambah satu direksi di Perum Bulog yaitu Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan sehingga susunan direksi Perum Bulog menjadi enam direksi dari sebelumnya lima direksi.
Budi Waseso mengatakan selaku abdi negara dirinya menerima segala kebijakan dari pemerintah dan dia bersyukur telah memimpin Bulog selama lima tahun lebih.
Sementara itu, Bayu Krisnamurthi mengatakan amanah dan kepercayaan negara yang harus dijaga dengan baik, apalagi mengingat posisi Bulog dalam menjaga kedaulatan pangan.
Bayu juga memuji kepemimpinan Buwas karena mampu membawa Bulog melewati masa sulit. Buwas juga dinilai mampu menjaga institusi Bulog menjadi kuat serta dapat menjalankan setiap misi dengan baik.
Hadapi Nataru
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!