Pertumbuhan PDB AS pada Q3 Direvisi Jadi 5,2 Persen

Jumat, 01 Des 2023, 05:09 WIB

WASHINGTON - Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Amerika Serikat (AS) pada kuartal ketiga (Q3) tahun ini direvisi naik menjadi tingkat tahunan sebesar 5,2 persen, dibandingkan dengan 4,9 persen pada perkiraan awal. Demikian dilaporkan Departemen Perdagangan AS pada Rabu (29/11).

Pembaruan tersebut terutama mencerminkan revisi naik pada investasi tetap nonperumahan serta belanja pemerintah negara bagian dan lokal yang sebagian diimbangi oleh revisi turun pada belanja konsumen, menurut perkiraan "kedua" yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi AS.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, impor, yang merupakan pengurang dalam perhitungan PDB, direvisi turun.

Peningkatan PDB riil pada Q3 mencerminkan peningkatan belanja konsumen, investasi inventaris swasta, ekspor, belanja pemerintah negara bagian dan lokal, belanja pemerintah federal, investasi tetap perumahan, serta investasi tetap nonperumahan.

Data terbaru itu menandai adanya percepatan dibandingkan pada kuartal kedua, ketika PDB riil meningkat 2,1 persen. Ke depannya, pertumbuhan dapat melambat.

"Laba yang meningkat dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, namun sejauh kita melihat tekanan baru pada margin di kuartal mendatang, jumlah pekerja (headcount) dan pertumbuhan yang lebih luas mungkin berisiko melambat," tulis Jay Bryson dan Shannon Grein, ekonom di Wells Fargo Securities, dalam sebuah analisis.

"Risiko resesi meningkat, namun penurunan masih jauh dari hasil yang pasti, terutama dalam kondisi pertumbuhan laba yang kembali pulih," kata mereka.

Kedua ekonom itu mencatat meskipun pertumbuhan PDB riil direvisi lebih tinggi, pertumbuhan pendapatan riil masih tertinggal. Pendapatan domestik bruto (gross domestic income/ GDI) riil hanya tumbuh 1,5 persen pada Q3 secara berturut-turut. Secara tahunan, PDB riil naik 3,0 persen sementara GDI riil turun 0,2 persen.

Menurut World Economic Outlook yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan AS diproyeksikan sebesar 2,1 persen pada 2023 dan 1,5 persen pada 2024.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB Suhartoko, mengatakan revisi kenaikan pertumbuhan ekonomi AS, terutama disebabkan oleh kenaikan investasi nonperumahan menggambarkan bahwa pertumbuhan akan diikuti inflasi, namun tidak terlalu besar dibandingkan kalau sumber pertumbuhan adalah peningkatan konsumsi.

Bagi BI, tambah Suhartoko, selanjutnya mulai berencana menurunkan suku bunga untuk menurunkan cost of fund dan mendorong investasi, sehingga ke depan pertumbuhan ekonomi bisa dua sisi, yaitu sisi permintaan dan penawaran.

Sementara itu, analis pasar mata uang, Lukman Leong, memperkirakan rupiah melemah terhadap dollar AS pascarevisi data PDB AS yang lebih tinggi dari 4,9 persen menjadi 5,2 persen pada kuartal III/2023.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.