Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB: 2023 Menjadi Tahun Terpanas yang Pernah Tercatat

📅 Jumat, 01 Des 2023, 10:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: 2023 Menjadi Tahun Terpanas yang Pernah Tercatat Doc: AFP/David Mcnew
Ket. Foto matahari terbenam dengan latar belakang hutan. Suhu dunia kini 1,4 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan rata-rata pra-industri.

JENEWA - Tahun ini akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat, kata PBB pada Kamis (30/11), menuntut tindakan segera untuk mengendalikan pemanasan global dan membendung malapetaka yang terjadi setelahnya.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB memperingatkan bahwa tahun 2023 telah memecahkan banyak rekor iklim, cuaca ekstrem meninggalkan "jejak kehancuran dan keputusasaan".

"Ini adalah hiruk-pikuk rekor pecah yang memekakkan telinga," kata Ketua WMO Petteri Taalas.

"Tingkat gas rumah kaca mencapai rekor tertinggi. Suhu global mencapai rekor tertinggi. Kenaikan permukaan air laut mencapai rekor tertinggi. Es di lautan Antartika mencapai rekor terendah."

WMO menerbitkan laporan sementara Keadaan Iklim Global tahun 2023 ketika para pemimpin dunia berkumpul di Dubai untuk menghadiri konferensi iklim COP28 PBB, di tengah meningkatnya tekanan untuk mengekang polusi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, rekor panas ini "seharusnya membuat para pemimpin dunia merinding".

Pertaruhannya semakin besar. Para ilmuwan memperingatkan, kemampuan untuk membatasi pemanasan ke tingkat yang dapat dikelola kini semakin sulit dilakukan.

Kesepakatan Iklim Paris 2015 bertujuan untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 2 derajat Celcius dibandingkan tingkat pra-industri - dan 1,5 derajat Celcius jika memungkinkan.

Namun dalam laporannya, WMO menyebutkan data tahun 2023 hingga akhir Oktober menunjukkan bahwa tahun ini sudah berada sekitar 1,4 derajat Celcius di atas garis dasar pra-industri.

Bukan Hanya Statistik

Badan ini akan menerbitkan laporan final Keadaan Iklim Global 2023 pada paruh pertama 2024.

Namun dikatakan bahwa perbedaan antara 10 bulan pertama tahun ini dan 2016 dan 2020 - yang sebelumnya menduduki puncaknya sebagai tahun-tahun terpanas sepanjang sejarah - "sangat kecil kemungkinannya dua bulan terakhir akan mempengaruhi peringkat tersebut".

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa sembilan tahun terakhir merupakan tahun terpanas sejak pencatatan modern dimulai.

"Ini lebih dari sekadar statistik," kata Taalas. Ia memperingatkan: "kita berisiko kehilangan upaya untuk menyelamatkan gletser dan mengendalikan kenaikan permukaan laut".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.