Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kim Yo-jong: Korut Tolak Negosiasi dengan Amerika

📅 Jumat, 01 Des 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kim Yo-jong: Korut Tolak Negosiasi dengan Amerika Doc: AFP/Vladimir SMIRNOV
Ket. Penegasan Kim Yo-jong I Adik dari pemimpin Korut, Kim Yo-jong, saat berada di Kosmodrom Vostochny, Wilayah Amur Timur Jauh Russia pada September lalu. Kantor berita KCNA yang mengutip pernyataan Kim Yo-jong pada Kamis (30/11) melaporkan bahwa Korut tidak akan bernegosiasi dengan AS.

SEOUL - Adik dari pemimpin Korea Utara (Korut) yang menjabat sebagai Wakil Direktur Departemen Propaganda dan Agitasi Partai Buruh, Kim Yo-jong, mengatakan bahwa kedaulatan suatu negara tidak dapat dinegosiasikan dalam keadaan apa pun dan Korut menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

"Korut akan terus menjalankan hak kedaulatannya tanpa dibatasi di masa depan," ucap Kim Yo-jong seperti dilaporkan oleh kantor beritaKCNApada Kamis (30/11).

Dalam pernyataan Kim Yo-jong yang dikeluarkan untuk pertama kalinya sejak 17 Juli lalu, ia mengklaim pihaknya mengecam AS dan pengikutnya dengan tegas karena telah melanggar kedaulatan negara-negara berdaulat dan menerapkan standar ganda yang ekstrem tanpa merasa malu.

Ia juga mengkritik bahwa Duta Besar AS di PBB, Linda Thomas-Greenfield, dengan menggambarkan bahwa AS seolah-olah adalah korban dari situasi saat ini, karena tidak cukupnya pembenaran untuk menganggap hak Korut atas pengembangan teknologi luar angkasa sebagai hal yang ilegal.

Ditambahkan olehnya bahwa AS telah menerangkan upayanya untuk melakukan dialog dan penyelesaian damai, namun tidak menjelaskan tujuan strategis persenjataan yang ditempatkan ke pangkalan militer di Korea Selatan (Korsel).

"Dubes Thomas-Greenfield juga gagal untuk membuat alasan yang lebih logis tentang bagaimana AS mendukung keterlibatan diplomatik dan upayanya untuk melanjutkan dialog yang dipadukan dengan aktivitas militer provokatif dari kapal induk nuklir dan kapal selam nuklir AS yang dikerahkan di Semenanjung Korea," ucap Kim Yo-jong.

Adik perempuan dari pemimpin Korut itu juga mengkritik bahwa sikap ambivalen AS dengan berbedanya perkataan dan tindakan, merupakan faktor paling berbahaya yang menghancurkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Semenanjung Korea.

Kim Yo-jong pun menambahkan bahwa jika AS menginginkan perdamaian dengan kekuatan, maka Korut pun akan menyiapkan diri untuk menempuh jalur dialog atau perlawanan, terutama perlawanan yang akan lebih difokuskan.

Peluncuran Satelit

Adik perempuan pemimpin Korut juga menolak kecaman internasional atas peluncuran satelit mata-mata Pyongyang baru-baru ini sebagai hal yang tidak masuk akal, dan mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah melepaskan program luar angkasanya.

Pernyataan Kim Yo-jong itu diutarakan setelah Dewan Keamanan PBB mengadakan sesi pertemuan pada Senin (27/11) untuk membahas peluncuran satelit pengintaian militer Korut pada pekan sebelumnya.

"Saya menyesalkan kenyataan bahwa DK PBB diubah menjadi sebuah negara tanpa hukum di mana kedaulatan negara-negara merdeka dilanggar secara sewenang-wenang," kata Kim Yo-jong.

Sejak peluncuran pekan lalu, Pyongyang mengklaim bahwa satelit mata-matanya telah mengirimkan gambar situs-situs militer utama AS dan Korsel, serta foto ibu kota Italia, Roma, namun mereka belum mengungkapkan satu pun citra satelit yang diklaim mereka miliki.

Peluncuran satelit mata-mata Malligyong-1 pekan lalu adalah upaya ketiga Pyongyang untuk mendapatkan pengawasan militer di angkasa setelah dua kegagalan pada Mei dan Agustus lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemberdayaan Petani Padi Me...
Nasional
MPLS Harus Bebas Praktik Pe...
Luar Negeri
Asean Harapkan Kemajuan dal...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.