Pentagon: Korut Klaim Miliki Citra Satelit Gedung Putih

Rabu, 29 Nov 2023, 02:12 WIB

Korut kian mengintensifkan tekanannya terhadap AS dengan mengklaim bahwa satelit mata-matanya berhasil menangkap gambar lokasi-lokasi penting di AS, termasuk Gedung Putih.

SEOUL - Korea Utara (Korut) telah mengintensifkan kampanye tekanannya terhadap Amerika Serikat (AS) dengan mengklaim bahwa satelit mata-matanya berhasil menangkap gambar lokasi-lokasi penting di Amerika, termasuk Gedung Putih.

Ket. Foto: Pemimpin Korut I Foto yang dirilis kantor berita KCNA pada Senin (27/11) memperlihatkan pemimpin Korut, Kim Jong-un, saat sedang meninjau perusahaan alat berat di Provinsi Hamgyong selatan pada Minggu (28/11). Kantor berita Rodong Sinmun pada Selasa (28/11) melaporkan bahwa Kim Jong-un telah mengamati foto-foto Gedung Putih yang diambil oleh satelit mata-mata Korut. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, telah mengamati secara menyeluruh foto-foto Gedung Putih, Pentagon, dan target lainnya di Washington DC, yang diambil oleh satelit yang baru diluncurkan Pyongyang pada Senin (20/11) lalu, ungkap kantor beritaRodong Sinmun.

Surat kabar yang dikelola pemerintah Korut itu mengatakan pada Selasa (28/11) bahwa satelit tersebut juga menangkap gambar pangkalan militer AS termasuk Stasiun Angkatan Laut Norfolk, galangan kapal Newport News, dan area sekitar Bandara Virginia, dengan menyoroti bahwa satelit tersebut bisa mengawasi empat kapal induk nuklir Angkatan Laut AS dan sebuah kapal induk Inggris. Selain itu, satelit mata-mata Korut itu diklaim telah menangkap gambar beberapa situs militer Korea Selatan (Korsel) dan bahkan ibu kota Italia, Roma.

Namun sayangnya, surat kabar tersebut tidak merilis gambar yang diambil oleh satelit mata-mata tersebut.

Demikian pula, kantor beritaKCNApada Sabtu (25/11) lalu mengklaim bahwa satelitnya saat melewati Hawaii berhasil mengamati pangkalan angkatan laut di Pearl Harbor, pangkalan angkatan udara Hickam di Honolulu, namun tidak ada foto satelit yang dipublikasikan.

Kurangnya bukti pendukung membuat klaim Korut dipertanyakan, namun tindakan tersebut dapat dilihat sebagai tindakan provokasi terbaru terhadap AS, mengingat Pyongyang mengklaim memiliki senjata nuklir dan secara aktif menyempurnakan miniaturisasi dan teknologi peluncuran senjata nuklirnya agar bisa mencapai daratan AS.

Lontarkan Kecaman

Ketika Pyongyang meningkatkan provokasinya, utusan AS dan Korut saling melontarkan kecaman di Dewan Keamanan PBB di New York pada Senin (27/11).

Duta Besar Korut, Kim Song, mengkritik AS karena bersikap bermusuhan terhadap negaranya, saat ia membela peluncuran satelit oleh Pyongyang.

"Salah satu pihak yang berperang, AS, mengancam kita dengan senjata nuklir," kata Dubes Kim Song. "Merupakan hak yang sah bagi Korut, sebagai pihak yang berperang lainnya, untuk mengembangkan, menguji, memproduksi dan memiliki sistem senjata yang setara dengan yang sudah dimiliki oleh AS," imbuh dia.

Namun Duta Besar AS, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan bahwa latihan militer gabungan AS dan sekutunya, yang diklaim Pyongyang sebagai sikap permusuhan, bersifat defensif, dan menekankan bahwa latihan ini tidak dapat membenarkan pelanggaran Korut atas resolusi Dewan Keamanan.

"Kami sangat menolak klaim tidak jujur Korut yang menyatakan bahwa peluncuran misilnya hanya bersifat defensif, sebagai respons terhadap latihan militer bilateral dan trilateral kami," kata Thomas-Greenfield, seraya mencatat bahwa latihan AS dengan Korsel dan Jepang telah diumumkan sebelumnya, dan murni bersifat defensif.

"Sekali lagi, saya ingin menyampaikan dengan tulus tawaran kami untuk berdialog tanpa prasyarat, Korut hanya perlu menerimanya," imbuh dia. AFP/RFA/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.