Ketangguhan Inggris Diuji Mental Juara Argentina

Selasa, 14 Jul 2026, 06:53 WIB

ATLANTA – Salah satu rivalitas paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia akan kembali tersaji ketika Inggris menghadapi juara bertahan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) dini hari WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan satu tempat di partai puncak, melainkan juga kelanjutan dari persaingan panjang dua negara yang telah melahirkan begitu banyak momen bersejarah di panggung sepak bola dunia.

Inggris kembali berdiri di ambang final untuk kedua kalinya dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia. Setelah gagal melangkah lebih jauh pada tahun 1990 dan 2018, skuad Inggris yang kini dilatih Thomas Tuchel kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mencapai final kedua sepanjang sejarah mereka sejak menjadi juara dunia pada tahun 1966.

Ket. Foto: Kombinasi foto penyerang Inggris Harry Kane (kiri); dan penyerang Argentina Lionel Messi. Inggris dan Argentina akan bertemu dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta di Atlanta pada 15 Juli 2026. — Sumber: Roberto SCHMIDT/Chandan KHANNA /AFP

Perjalanan The Three Lions menuju empat besar tidak berlangsung mudah. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia sebelum ditahan Ghana tanpa gol. Kemenangan 2-0 atas Panama memastikan Inggris lolos sebagai juara Grup L.

Memasuki fase gugur, mental juara mereka benar-benar diuji. Inggris bangkit dari ketertinggalan untuk menyingkirkan Kongo di babak 32 besar, kemudian bertahan dengan 10 pemain sebelum mengalahkan tuan rumah Meksiko di babak 16 besar. Ketangguhan serupa kembali diperlihatkan saat menaklukkan Norwegia 2-1 di perempat final setelah sempat tertinggal, lewat dua gol bintang muda Jude Bellingham.

“Kami telah menunjukkan karakter sepanjang turnamen. Tim ini tidak pernah menyerah, bahkan ketika situasi menjadi sulit. Sekarang kami menghadapi salah satu lawan terbaik di dunia dan kami harus memainkan pertandingan dengan keberanian, disiplin, serta keyakinan penuh,” ujar Tuchel.

Inggris memang memiliki mesin gol mematikan. Harry Kane dan Jude Bellingham sama-sama telah mengoleksi enam gol dari enam pertandingan, menjadikan mereka pasangan pertama dari satu negara yang masing-masing mencetak enam gol dalam satu edisi Piala Dunia. Marcus Rashford turut menyumbang gol, sementara Anthony Gordon dan Bukayo Saka menjadi kreator serangan dengan masing-masing tiga assist.

Namun, lawan yang akan dihadapi bukan sembarang tim. Argentina datang ke semifinal dengan status juara bertahan sekaligus memburu sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada tahun 1962.

Lionel Messi kembali menjadi pusat permainan La Albiceleste. Kapten tim itu langsung mencuri perhatian sejak laga pembuka dengan mencetak hattrick ke gawang Aljazair. Gol-gol berikutnya ke gawang Austria, Yordania, Tanjung Verde, Mesir hingga Swiss membuatnya semakin mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Meski demikian, keberhasilan Argentina bukan semata hasil kecemerlangan Messi. Tujuh pemain lain ikut mencatatkan nama di papan skor, sedangkan delapan pemain berbeda telah menyumbangkan assist. Di lini belakang, duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez tampil kokoh, sementara Emiliano Martinez kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa tim asuhannya tetap menjaga fokus meski hanya tinggal selangkah lagi menuju final.

Sejarah Pertemuan

Secara historis, laga Inggris kontra Argentina selalu menghadirkan drama. Dari tujuh pertemuan di Piala Dunia, Inggris unggul tipis dengan tiga kemenangan, sedangkan Argentina mengoleksi dua kemenangan. Namun, sejumlah pertandingan mereka telah menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia.

Inggris memenangkan pertemuan pertama di fase grup Piala Dunia 1962 dengan skor 3-1, lalu kembali menang 1-0 di perempat final Piala Dunia 1966 sebelum akhirnya menjadi juara dunia.

Persaingan kedua negara mencapai puncaknya di Meksiko 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial “Hand of God” serta gol solo spektakuler yang membawa Argentina menang pada perempat final.

Drama berlanjut dalam laga Piala Dunia 1998 di Prancis. Pertandingan babak 16 besar itu dikenang karena gol indah Michael Owen, kartu merah David Beckham usai bersitegang dengan Diego Simeone, hingga kemenangan Argentina melalui adu penalti. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Inggris 4-2-3-1

Pickford

James, Konsa, Guehi, O’Reilly

Anderson, Rice

Saka, Bellingham, Gordon

Kane

Argentina 4-4-2

Emi Martinez

Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico

De Paul, Paredes, Mac Allister, Fernandez

Messi, Alvarez

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.