Krisis Air di Depan Mata? Masyarakat Lampung Dorong Irigasi Air Tanah Hadapi El Nino

Sabtu, 11 Apr 2026, 17:50 WIB

BANDARLAMPUNG – Pengembangan jaringan irigasi air tanah menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan air, terutama di tengah meningkatnya variabilitas iklim dan tekanan terhadap sumber air permukaan.

Pemanfaatan air tanah memungkinkan distribusi air yang lebih stabil sepanjang tahun, sehingga mampu menopang produktivitas pertanian di wilayah yang rentan kekeringan.

Ket. Foto: Ilustrasi- Jaringan irigasi air tanah berupa sumur bor yang terpasang di Jatimulyo dengan penerima manfaat 100 kepala keluarga. — Sumber: ANTARA/HO-BBWS Lampung.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada pengelolaan yang berkelanjutan, termasuk pengendalian eksploitasi agar tidak memicu penurunan muka tanah atau degradasi kualitas air.

Di sisi lain, pembangunan jaringan ini juga mencerminkan pergeseran pendekatan dari sekadar penyediaan infrastruktur menuju manajemen sumber daya air yang lebih terintegrasi.

Tanpa perencanaan berbasis data hidrogeologi dan pengawasan yang ketat, investasi pada irigasi air tanah berisiko menimbulkan masalah jangka panjang yang justru mengancam keberlanjutan sektor pertanian itu sendiri.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Elroy Koyari mengatakan bahwa melalui pemanfaatan jaringan irigasi air tanah (JIAT) dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber air saat fenomena El Nino berlangsung di daerahnya.

"Prediksi awal musim kemarau pada Mei, puncaknya September. Neraca air tahunan cukup dan banyak usulan untuk sumur bor mengantisipasi kekeringan, dan untuk Lampung perlu ditingkatkan usulannya karena masih kurang," ujar Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari di Bandarlampung, Sabtu (11/4).

Ia mengatakan sumur bor yang merupakan bagian dari jaringan irigasi air tanah tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat di daerah irigasi dalam mengakses air selama musim kemarau ekstrem terjadi.

"Jaringan irigasi air tanah ini jadi alternatif utama karena ini memanfaatkan cadangan air tanah, saat intensitas hujan berkurang. Yang mengusulkan ini baru ada 115 unit sumur bor. Jadi kami mendorong agar kabupaten dan kota segera mengusulkan karena usulan masih dibuka sampai Mei," katanya.

Dia menjelaskan suplai jaringan irigasi air tanah saat ini total ada 115 unit sumur bor, dengan debit pompa 217,95 liter per detik, dengan luas daerah irigasi 2.044 hektare.

Terinci di Kabupaten Lampung Selatan ada 74 unit sumur bor, dengan luas daerah irigasi 1.294 hektare, dan debit air pompa 108,25 liter per detik, Kabupaten Lampung Tengah 11 unit sumur bor, dengan luas daerah irigasi 190 hektare, dan debit pompa 56,44 liter per detik.

Kabupaten Lampung Timur 27 unit sumur bor, dengan luas irigasi 510 hektare dan debit pompa 43,36 liter per detik, Kabupaten Pesawaran 1 unit sumur bor dengan luas irigasi 20 hektare, dan Kabupaten Pringsewu dua unit sumur bor, dengan luas irigasi 30 hektare dengan debit pompa 9,9 liter per detik.

"Daerah dengan potensi daerah irigasi paling banyak ada di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Jadi kabupaten serta kota bisa mengusulkan ini sebagai langkah mitigasi terjadinya kemarau Panjang," ucap dia.

Berdasarkan data BBWS Mesuji Sekampung daftar usulan sumur kekeringan tahun 2026 yakni ada di Desa Kelawi Lampung Selatan, Desa Bakauheni Lampung Selatan, Desa Totoharjo Lampung Selatan, Desa Donomulyo Lampung Timur, dan Desa Catur Swako Lampung Timur.

Kemudian Desa Margo Dadi Tulang Bawang Barat, Desa Way Sido Tulang Bawang Barat, Desa Lempuyang Bandar Lampung Tengah, Desa Purna Tunggal Lampung Tengah, Desa Tanjung Anom Lampung Tengah, dan Desa Adi Jaya Lampung Tengah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.