Piala Dunia 2026: Prancis Hormati Kualitas Spanyol Tanpa Rasa Takut

Selasa, 14 Jul 2026, 06:30 WIB

WALTHAM, MASSACHUSSETS – Timnas Prancis menegaskan tidak memiliki rasa takut menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 yang akan digelar Rabu (15/7) dini hari WIB. Namun, Les Bleus tetap memberikan respek tinggi kepada calon lawannya yang tampil impresif sepanjang turnamen.

Bek tengah Prancis, Ibrahima Konate, menilai Spanyol merupakan salah satu tim terbaik di turnamen ini. Meski demikian, ia menegaskan skuad asuhan Didier Deschamps tidak akan gentar menghadapi tim berjuluk La Roja tersebut.

Ket. Foto: Bek tengah Prancis, Ibrahima Konate. — Sumber: FIFA

"Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Sekarang kami akan mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya berpihak kepada kami," kata Konate dalam konferensi pers.

Spanyol melaju ke semifinal dengan catatan pertahanan yang nyaris sempurna. Hingga kini mereka baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen dalam upaya memburu gelar Piala Dunia kedua.

Prancis memahami betul kekuatan Spanyol. Dalam beberapa tahun terakhir, Les Bleus dua kali tersingkir oleh rivalnya itu, yakni pada semifinal Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League musim lalu.

Karena itu, Konate meminta rekan-rekannya tidak terpaku hanya pada satu pemain meski Lamine Yamal tengah menjadi sorotan berkat penampilan gemilangnya.

"Spanyol adalah tim yang luar biasa dengan banyak pemain berkualitas. Kami tidak hanya akan fokus kepada satu pemain, meskipun Lamine adalah pemain yang hebat," ujarnya.

Konate sejauh ini baru sekali tampil sebagai pemain pengganti, yakni saat Prancis mengalahkan Norwegia pada laga terakhir fase grup. Sementara duet Dayot Upamecano dan William Saliba masih menjadi pilihan utama di jantung pertahanan.

Prancis datang ke semifinal dengan status salah satu favorit juara. Juara dunia 2018 sekaligus finalis edisi 2022 itu berpeluang mencapai final Piala Dunia untuk kelima kalinya.

Les Bleus juga tercatat berhasil menembus empat dari tujuh final Piala Dunia terakhir. Jika mampu mengalahkan Spanyol dan tampil di final yang akan berlangsung di New York pada 19 Juli mendatang, Prancis akan menyamai rekor Jerman Barat yang mencapai empat final dalam rentang 1974 hingga 1990.

Meski demikian, Konate menegaskan timnya tidak ingin terlena dengan catatan sejarah tersebut.

"Kami tetap rendah hati. Kami tidak ingin terjebak memikirkan hal-hal seperti itu," tegas pemain Liverpool tersebut.

Senada dengan Konate, bek Maxence Lacroix mengakui kualitas Spanyol, terutama lini pertahanan mereka yang menjadi salah satu yang paling solid di Piala Dunia 2026.

"Saya tidak akan mengatakan kami takut, tetapi kami sadar dengan kualitas mereka. Mereka memenangkan hampir semua pertandingan, jadi kami sangat menghormati mereka. Mereka memiliki banyak pemain hebat, tetapi kami datang untuk menang," kata Lacroix.

Perhatian utama Prancis akan tertuju kepada Lamine Yamal. Winger muda Spanyol itu terus menuai pujian berkat kemampuan membuka ruang dan merepotkan pertahanan lawan sepanjang turnamen.

"Kami harus bertahan sebaik mungkin. Lamine adalah pemain yang sangat bagus dan dia sudah membuktikan bisa menyulitkan banyak tim di Piala Dunia ini. Kami akan melakukan pekerjaan yang diperlukan untuk menghentikannya," ujar Lacroix.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.