Kasus Cacar Monyet di Kongo Melonjak, WHO Bunyikan Alarm

Minggu, 26 Nov 2023, 09:41 WIB

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 25 November melaporkan 12.569 kasus Mpox dan 581 kematian terkait di Republik Demokratik Kongo hingga 12 November 2023, angka tahunan tertinggi yang pernah tercatat.

Penyakit menular yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet (monkey pox) ini pertama kali diidentifikasi pada manusia pada 1970 di Kongo.

Ket. Foto: Lonjakan infeksi di Eropa dan Amerika Serikat pada tahun 2022 mendorong WHO mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. — Sumber: ST/CDC/BRIAN WJ MAHY

Penyakit ini telah menjadi endemik selama bertahun-tahun di beberapa negara Afrika Barat dan Tengah. Wabah sering kali dimulai ketika virus ditularkan ke manusia dari hewan yang terinfeksi.

Semua kecuali empat dari 26 provinsi di Kongo melaporkan kasus infeksi, kasus baru di wilayah geografis yang sebelumnya tidak melaporkan Mpox, termasuk Kinshasa, Lualaba, dan Kivu Selatan, kata WHO.

WHO prihatin dengan penularan suatu varian dan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Kongo untuk menilai situasinya.

Lonjakan infeksi tahun lalu di Eropa dan Amerika Serikat, di luar wilayah endemis penyakit ini, mendorong WHO mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional Juli 2022.

Pemerintah mengakhiri peringatan itu pada Mei tahun ini namun menyarankan masyarakat untuk tetap waspada.

Menurut WHO, wabah global ini terutama menyerang laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan baru-baru ini berhubungan seks dengan satu atau beberapa pasangan.

Benda-benda yang terkontaminasi juga dapat menyebarkan penyakit.

Gejala pertama adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri punggung selama lima hari.

Ruam kemudian muncul di wajah, telapak tangan dan telapak kaki, diikuti dengan lesi yang menyakitkan, bintik-bintik dan akhirnya korengan.

Penyakit ini biasanya sembuh dengan sendirinya setelah dua hingga empat minggu.Penyakit ini paling serius terjadi pada anak-anak, wanita hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sebanyak 91.788 kasus dan 167 kematian telah dilaporkan di 116 negara dan wilayah sejak Januari 2022 hingga 31 Oktober tahun ini, kata WHO.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

Kabut asap batasi jarak pandang di Sungai Kapuas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.